Tags

Related Posts

Share This

Hary Tanoesoedibjo’ Hadir Dalam Aksi Tolak Miss World

Hary Tanoesoedibjo’ Hadir Dalam Aksi Tolak Miss World

IMG_1594
AHAD (7/7/2013), Forum Pemuda Muslim Cinta Akhlak Mulia (FPMCAM) melakukan aksi tolak Miss World di kawawan Monas, Jakarta. Unjuk rasa yang diikuti sekitar 40 aktivis muslim ini disertai dengan aksi teatrikal mengecam rencana gelaran Miss World.

Dalam aksi teatrikalnya, para pemuda muslim ini sengaja menghadirkan sosok ‘Hary Tanoesoedibjo’ dan ‘Liliana Tanosoedibjo’ sebagai pihak penyelenggara.  Dengan memakai topeng berwajah Harry Tanoesodiebjo, seorang peserta aksi memerankan bos MNC Group itu yang membujuk seorang muslimah agar mengikuti kontes kecantikan tersebut.

Tentu, bagi seorang muslimah mengikuti ajang kontes kecantikan ini memiliki banyak mudharat karena mengeksploitasi aurat. Muslimah tersebut kemudian dihadapkan pada pilihan antara surga dan neraka. Namun malaikat senantiasa mewanti-wanti seorang muslimah untuk tidak mengikuti ajang yang memiliki akar sejarah kontes bikini tersebut.

Menurut koordinator aksi, Asri Maniyati, sosok ‘Harry Tanoesodiebjo’ sengaja dihadirkan untuk menggugah hati nurani politisi Partai Hanura tersebut. FPMCAM meminta agar Harry Tanoe memikirkan ulang acara Miss World di negara mayoritas muslim seperti Indonesia.

“Jangan hanya berpikiran bisnis kapitalis dan kepentingan pencitraan 2014,” katanya kepada Islampos.com seusai aksi.

Asri menambahkan sebagai negara berketuhanan Yang Maha Esa, gelaran Miss World sangat tidak layak digelar di Indonesia karena jauh dari nilai agama. Acara yang dijadwalkan berlangsung September 2013 di Bali dan Bogor ini rentan dalam merusak moral pemuda Indonesia.

“Sesuatu yang tidak baik, maka hasilnya juga tidak baik. Akhirnya generasi muda kehilangan arah,” imbuhnya.

FPMCAM terdiri dari gabungan berbagai kelompok pemuda muslim di antaranya Young Islamic Leader (YI-Lead), Qur’an Generation (Q-Gen), IndonesiaTanpaJIL Chapter Jakarta, Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus, Oh Movement, Pejuang Subuh, Al Khilafah dan lain sebagainya.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pemuda muslim tidak berpikiran liberal dan memikirkan masa depan para pemuda,” tutup Asri. (Islampos/Astri)