Penolakan Miss World, Bukti Keimanan Seorang Muslim

AQL Islamic Center –  “Di antara bencana paling mengerikan yang menimpa seluruh umat manusia, ialah ide kebebasan individu yang dibawa oleh demokrasi. Ide ini telah mengakibatkan berbagai malapetaka secara universal, serta memerosotkan harkat dan martabat masyarakat di negeri-negeri demokrasi sampai ke derajat yang lebih hina daripada derajat segerombolan binatang!” (Al-’Allamah as-Syaikh Abdul Qadim Zallum, Amir Hizbut Tahrir ke II, di nukil dari buku beliau “Demokrasi Sistem Kufur”).

Kebebasan bertingkah laku (al-hurriyah asy-syakhsiyah) merupakan salah satu bentuk kebebasan yang keluar dari ide kufur demokrasi. Dengan ide kebebasan ini seseorang merasa memiliki hak asasi manusia untuk berbuat selama tidak merugikan hak-hak orang lain. Salah satunya mereka merasa bebas dan memiliki hak untuk mempertontonkan fisik mereka dihadapan orang banyak tanpa memiliki rasa malu sedikitpun. Bahkan yang lebih parah lagi tatkala mereka beranggapan bahwa memiliki tubuh yang indah tersebut adalah anugerah dari tuhan dan harus disyukuri dengan cara mempertontonkannya. Inilah cara berfikir yang rusak.

Padahal sejatinya mereka tanpa sadar telah menjadi objek eksploitasi kaum kapitalis untuk meraih keuntungan. Ajang eksploitasi Kapitalisme melalui perhelatan Miss Universe, Miss World dan sejenisnya. Perempuan hanya dianggap sebagai komoditas dagang dan pemuas nafsu laki-laki semata. Atau sebaliknya sebenarnya mereka sadar bahwa mereka dijadikan objek komoditi namun karena merasa tidak ada yang dirugikan dari diri mereka sendiri dan malah mereka mendapatkan keuntungan materil dari konteks Miss World tersebut sehingga mereka tetap melakukannya.

Hal ini terbukti saat salah seorang Miss World asal Indonesia yakni  Kamidia Radisti yang mengikuti acara penyelanggaran Miss World 2007 di China, saat acara Gesture di salah satu TV Swasta di tanah air ia mengatakan bahwa ia merasa tidak menjadi objek komoditi acara miss world tersebut. Namun ketika ditanya oleh host alasan kenapa ia ikut ajang miss world tersebut adalah untuk dirinya sendiri, keluarga dan sebagainya yang ia katakan telah ia dapatkan, tentu yang dimaksud disini adalah dari segi materi.

Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia yang hadir sebagai salah satu pembicara pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa ajang eksploitasi perempuan untuk kepentingan industri seksual, kosmetik dan fashion, ada perputaran uang senilai 9 triliun lebih hanya untuk industeri kosmetik, belum lagi industri lain yang saling berhubungan seperti fashion dll.

Dalam kesempatan lain yakni pada saat konferensi pers Hizbut Tahrir Indonesia bersama Tokoh Ormas Islam Menolak Miss World, Kamis (29/8) di Kantor DPP HTI, Crown Palace, Soepomo, Jakarta Selatan., jubir HTI menegaskan bahwa Indonesia menjadi target liberalisasi mulai dari Irsyad Manji, Lady Gaga, sekarang Miss World. Artinya, ini liberalisasi Indonesia sebagai negeri Muslim terbesar di dunia terencana dan sistematis.

Wajib Ditolak

Setiap segala aktivitas kemaksiatan itu adalah pelanggaran terhadap hukum syara’ dan berdiam diir dari kemaksiyatan merupakan sebuah dosa. Oleh karena nya, secara keimanan, wajib hukumnya seorang muslim untuk menolak kontes ajang maksiyat pamer aurat tersebut.

Bahkan Allah swt melalui lisan nabi yang mulia yakni rasulullah saw mengancam akan menimpakan adzab kepada mereka yang melihat kemungkaran tersebut namun tidak mau menolaknya.

Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengadzab orang-orang secara keseluruhan akibat perbuatan mungkar yang dilakukan oleh seseorang, kecuali mereka melihat kemungkaran itu di depannya, dan mereka sanggup menolaknya, akan tetapi mereka tidak menolaknya. Apabila mereka melakukannya, niscaya Allah akan mengadzab orang yang melakukan kemungkaran tadi dan semua orang secara menyeluruh.” [HR. Imam Ahmad]

Dan kemudian ketika adzab tersebut telah ditimpakan kepada mereka secara keseluruhan, kemudian mereka yang tidak mau melakukan amar makruf nahiy mungkar itu berdo’a maka do’a mereka tidak dikabulkan. Ini sebagaimana penegasan dari Rasulullah saw dalam hadist lain yang berbunyi :

“Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, hendaknya kalian betul-betul melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar atau (jika kalian tidak melaksanakan hal itu) maka sungguh Allah akan mengirim kepada kalian siksa dari-Nya kemudian kalian berdoa kepada-Nya (agar supaya dihindarkan dari siksa tersebut) akan tetapi Allah Ta’ala tidak mengabulkan do’a kalian.”  (HR Ahmad dan at-Tirmidzi dan dihasankan oleh al-Albâni dalam Shahîhul Jâmi’)

Adanya ancaman terhadap orang-orang yang melihat kemaksiayatan/kemungkaran namun tidak mau merubahnya dengan sebuah siksaan/adzab memberikan pemahaman bahwa aktivitas amar makruf nahiy mungkar adalah sebuah kewajiban yang harus ditegakkan. Bukan persoalan percuma atau tidak percuma melakukan aksi penolakan terhadap kontes tersebut yakni dimana dipastikan akan tetap berjalan, namun penolakan tersebut adalah bukti keimanan kita kepada Allah dan rasulNya. (Islampos/Abu Ibrahim)

Penulis : Adi Victoria