MIUMI DIMINTA LURUSKAN PENEGAKKAN SYARIAT ISLAM DI ACEH Sep02

Tags

Related Posts

Share This

MIUMI DIMINTA LURUSKAN PENEGAKKAN SYARIAT ISLAM DI ACEH

PELANTIKAN MIUMI ACEH: Ust. Bachtiar Nasir sebagai Sekjend MIUMI Pusat

PELANTIKAN MIUMI ACEH: Ust. Bachtiar Nasir selaku Sekjend MIUMI Pusat (kedua kiri) baru saja menandatangani berita acara Pelantikan Pengurus Wilayah MIUMI Aceh periode 2013-2016, yang diketuai M. Yusran Hadi, Lc, MA (kedua kanan).

AQL Islamic Center, Banda Aceh – Kehadiran Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) di Provinsi Aceh dinilai sangat tepat dan diharapkan dapat menjadi sumber cahaya penerang bagi umat dalam meluruskan penegakkan syarat Islam di bumi Serambi Mekah.

Demikian kesimpulan yang mengemuka dalam acara pelantikan Pengurus Wilayah MIUMI Provinsi Aceh pada Sabtu, 31 Agustus 2013. Pelantikan dilakukan langsung oleh Sekjend MIUMI Pusat Bachtiar Nasir, Lc, MM, di gedung Mahkamah Syariat Islam, Banda Aceh.

Ikut sebagai saksi pelantikan Pengurus MIUMI Aceh yang diketuai M. Yusran Hadi, Lc, MA, antara lain Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Ekonomi & Keuangan Drs. Hamidan Amin AW. dan Wakil Walikota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, SE, serta ulama dan tokoh masyarakat Aceh lainnya. Sementara dari MIUMI Pusat, hadir Wakil Sekjend MIUMI Fahmi Salim, Lc, MA, dan Dr. Adnin Armas, MA.

Sebagai satu-satunya provinsi di Indponesia yang saat ini sudah menerapkan hukum Syariat Islam, ungkap Gubernur Aceh Dr. H. Zaini Abdullah, ternyata pemerintah daerahnya masih mengalami kendala dalam penerapan Syaraiat Islam di tengah masyarakat. “Disinilah MIUMI harus mengambil peran dalam meluruskan pandangan yang salah terhadap penegakkan Syarat Islam di Aceh,” katanya.

Karena, menurut Zaini Abdullah, masih ada pihak yang menganggap Syariat Islam itu sudah tidak sesuai lagi dengan arus globalisasi yang sedang berkembang saat ini. Dengan kehadiran MIUMI di Aceh sebagai mitra kerja Pemerintah Provinsi, ia mengharapkan tidak ada lagi perdebatan tentang pengimplementasian Syariat Islam di tengah masyarakat di ujung barat Indonesia itu.

“Justru kita harus lebih fokus untuk memperkuat Syariat Islam itu sendiri,” tandas Zaini Abdullah dalam sambutannya dibacakan Drs. Hamidan Amin AW.

Hal senada diungkapkan Wakil Walikota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal. Kepada AQL Multimedia, ia mengharapkan kehadiran MIUMI di Aceh dapat bersinergi dengan ulama-ulama yang tergabung dalam Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dalam menegakkan kalimat tauhid “Laillahailallah” untuk mewujudkan Islam yang kaffah.

Menurut Illiza yang menangani langsung operasional penegakkan Syariat Islam di kota Banda Aceh, ia menilai kehadiran MIUMI di Aceh pada saat yang tepat. Yaitu di saat pihak pemerintah kota Banda Aceh sedang membutuhkan dukungan dalam penegakkan Syariat Islam yang belakangan ini agak terganggu dengan munculnya aliran sesat dan pendangkalan akidah.

Ketua Forum Kajian Kristologi dan Sipilisme Aceh Drs. H. Rusdi, SH, MH, menambahkan kehadiran MIUMI diharapkan menjadi lampu yang dapat memancarkan cahaya kebenaran. “Yang dapat mengarahkan masyarakat luas hanya ke arah yang benar saja, yang bersumber dari wahyu Allah dan Sunnah Rasulullah. Muhammad SAW,” ujarnya.

 

 

Bukan Kepentingan Dunia

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Wilayah MIUMI Aceh M. Yusran Hadi, Lc, MA, menegaskan bahwa kehadiran MIUMI di Aceh bukan sebagai pesaing Majelis Ulama Indonesia (MUI) atau Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, serta orma-ormas Islam yang sudah ada.

“Tetapi kami ingin bekerjasama dan sama-sama bekerja untuk memgemban misi dakwah, menegakkan penerapan Syraiat Islam, dan memikirkan kepentingan umat,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Yusran Hadi, sebagai Pengurus Wilayah MIUMI untuk periode 2013-2016, pihaknya ingin bergandengan tangan dengan para ulama dan ormas-ormas Islam lainnya di Aceh, dalam memikirkan dan menyelesaikan masalah umat yang kian kompleks. “Jika sendiri-sendiri tentu akan susah, tetapi jika kita bekerja bersama-sama akan menjadi ringan,” tandasnya.

Sementara itu, Sekjed MIUMI Pusat Bachtiar Nasir mengingatkan kepada Pengurus Wilayah MIUMI Aceh yang baru dilantik, bahwa ada amanah berat yang harus diemban. Dimana, bukan kepentingan dunia yang menjadi tujuan, melainkan memperjuangkan Islam dan menjayakan umat Islam.

“Tidak ada kepentingan keduniaan dalam jabatan dan gerakan kita ini. Melainkan orientasi akhirat yang menjadi tujuan kita,” tandas Bachtiar Nasir.

Kepada para pengurus, lanjutnya, harus mempunyai modal yang kuat dalam menjalankan organisasi ini. Dan satu-satunya modal itu adalah ketakwaan kepada Allah SWT. “Berdo’alah kepada Allah, jika saat nyawamu dicabut oleh malaikat maut, kamu tetap dalam ber-Islam yang total,” tandasnya lagi.

Lebih jauh, Bachtiar Nasir menegaskan bahwa tugas utama MIUMI yang berbasis ilmu dan penelitian lapangan, adalah harus mampu mengeluarkan umat dari kebodohan, yaitu kebodohan umat dari mengenal tuhan dan agamanya. Sebab, kedua hal tersebut adalah persoalan mendasar umat yang kita sedang hadapi sekarang ini.

“Banyak profesor dan ilmuwan yang belajar hingga ke luar negeri, tetapi ia masih atau bahkan makin bodoh dalam mengenal tuhan dan agamanya,” tandasnya lagi.

Untuk itu, lanjut Bachtiar Nasir, tugas utama MIUMI adalah, pertama mengajak manusia untuk menyembah tuhannya. Tuhan manusia yaitu Allah SWT. Kedua, mengajarkan umat dari kebodohan tentang “din”-nya.

“Ini bukan pekerjaan yang mudah. Karena itu kita hanya boleh mengharapkan balasan dari Allah saja,” ujarnya.

 

Susunan Pengurus Wilayah MIUMU Aceh

Ketua Umum: Muhammad Yusran Hadi, Lc, MA.

Wakil Ketua I: Dr. Syukri M. Yusuf, Lc, MA.

Wakil Ketua II: Dr. Mustanir Yahya, M.Sc.

Wakil Ketua III: Fakhruddin Lahmuddin, S.Ag, M.Pd.

Sekretaris Umum: Rahmad Fadhil, STP, M.Sc, MTV.

Wakil Sekretaris I: Jamaluddin, MA

Wakil Sekretaris II: Muhammad Yasin, Lc

Bendahara: Ridwan CA

Wakil Bendahara: Zulkarnaini, SE

Penasehat:

Drs. H. Ghazali Mohd Syam; Drs. Muharrir Asy’ari, Lc, M.Ag.; Drs. H. Sofyan Shaleh, MH.; Drs. H. M. jamil Ibrahim, MH; Drs. H. Ibnu Sakdan, M.Pd.; Drs. H. Hanuddin Yusuf  Adan, MCL.; Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, SE.; Drs. H.T. Saifuddin TA, SE.; Drs. H. Rusydi, SH, MH.; Drs. H, Ishak Kasim; Drs. H. Karim Syeikh, MA.; H. Syukri Daud, BA.

 

Oleh: Abu Lanang