FUI: DEADLINE HARI TANOE SAMPAI HARI JUM’AT

BAKAR GAMBAR HARI TANU: Massa FUI yang berdemo dari Bundaran HI hingga Gedung MNC Grup di Jl. Kebon Sirih, Jakpus, sebelum membubarkan diri sempat membakar foto CEO MNC Grup itu.

BAKAR GAMBAR HARI TANU: Massa FUI yang berdemo dari Bundaran HI hingga Gedung MNC Grup di Jl. Kebon Sirih, Jakpus, sebelum membubarkan diri sempat membakar foto CEO MNC Grup itu.

AQL Islamic Center – Gagal mendesak secara langsung Hari Tanoesudibyo untuk membatalkan penyelenggaraan Miss World saat itu juga, Forum Umat Islam (FUI) kemarin (3/9/3) memberi tenggat waktu bos MNC Grup itu untuk mengambil keputusan pembatalan paling lambat sampai Jum’at (6/9/13).

Jika keputusan pembatalan tersebut tidak dilakukan paling lambat dua hari dari sekarang oleh Hari Tanoe, maka FUI akan menggelar demo kembali ke gedung MNC dengan jumlah massa yang lebih besar lagi. Rencananya puncak acara kontes Miss World akan digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul City, Bogor, pada 28 September mendatang.

“Apakah setiap orang yang hadir sekarang ini sanggup mengajak masing-masing 10 orang untuk berdemo lagi ke gedung MNC…?!” tanya Sekjend FUI Muhhammad al Khaththat. Massa yang masih berkerumun di luar pagar gedung MNC langsung menyambut dengan teriakan: “Sangguuuppp…!!! Allahuakbar…!!!”

Sebanyak 15 orang perwakilan FUI yang dipimpin oleh Muhhammad al Khaththat dan Ust. Abu Jibril dari Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI), kemarin siang diterima langsung Hari Tanusoedibyo di kantornya. Pertemuan di gedung MNC Grup, Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat itu, dimediatori Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol. Angesta Ramano Yoyol.

Ketika sejumlah wartawan yang sempat memasuki halaman gedung MNC ingin ikut meliput secara langsung pertemuan tersebut, segera dicegah sejumlah karyawan MNC Grup. “Selain media dari MNC Grup dilarang masuk,” kata salah seorang dari mereka.

Usai dialaog yang belum mencapai hasil maksimal itu, Muhammad al Khaththat menjelaskan kepada massa sembari beridiri di atas mobil pengeras suara. Menurutnya, dalam dialog itu Hari Tanu hanya menganggap protes penolakan terhadap event Miss World tersebut hanya sebagai kesalahpahaman belaka.

“Jawaban semacam itu, jelas hanya sebagai diplomasi seorang politikus saja,” ujar Muhammad al Khaththat. Ia menambahkan, dalam pertemuan sekitar setengah jam yang sempat berjalan “panas” itu, Hari Tanoe masih menunjukkan sikap arogannya.

“Ketika kami tanya apakah pihaknya akan segera membatalkan pelaksanaan Miss World?” Hari Tanu malah menjawab, “itu kan masih bisa kita bicarakan,” tutur Muhammad al Khaththat.

Mantan jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) itu menegaskan, jika pada hari Jum’at nanti Hari Tanu tidak membatalkan pelaksanaan Miss World, maka selain massa akan mendatangi kembali gedung MNC dengan jumlah yang lebih besar. Juga, tambahnya, FUI yang akan didukung massa Front Pembela Islam (FPI), MMI, dan puluhan ormas Islam lainnya itu, akan mendatangi Mabes Polri untuk mencabut ijin keramaian acara Miss World, jika ijin tersebut sudah dikeluarkan oleh pihak kepolisian.

Sebelum membubarkan diri, massa FPI sempat membakar sejumlah poster bergambar wajah Hari Tanoe. Dan Ust. Muhammad al Khaththat dan Ust. Abu Jibril sempat mendo’akan agar hari Jum’at nanti Hari Tanoe bukan hanya akan mengumkan pembatalan Miss World. “Tetapi juga akan mengumumkan dirinya masuk Islam,” ujar Ust. Muhammad al Khaththat yang diamini para demonstran.

Oleh: Abu Lanang

Video: http://www.youtube.com/watch?v=mNrI5zL-S84&feature=c4-overview&list=UUzCPcD08UPxhqj3TFmGXxnA