Sebaik baiknya Sahabat… Sep04

Tags

Related Posts

Share This

Sebaik baiknya Sahabat…

sumber : invitetoislam.org

sumber : invitetoislam.org

 

AQL Islamic Center — “Teman-teman akrab pada hari kiamat akan bermusuhan kecuali mereka yang bertakwa” (T.Q.S Az Zukhruf:67)

Yap, default ikatan persahabatan ternyata permusuhan, sama halnya dengan default eksistensi manusia yg merugi (al ashr). So, hati-hati milih sahabat, kalau bawa kita ke maksiat sama bikin jauh Allah, lebih baik jaga jarak dan terus tambah sahabat yang ngebuat nambah taat sama deket ke Allah.

Secara dzahir, banyak mungkin yang keliatan akrab, klop, tapi sayangnya gak dalam rangka takwa, mesti nanti di akherat bakal head to head saling menjatuhkan, bukan sembarang menjatuhkan, tapi saling menjatuhkan ke neraka. Saling tuding, adu argumen, sama-sama beralasan : “Kenapa kebersamaan mereka dulu, bukan dalam rangka taqwa kepada Allah?!”

Terus kalau sahabat yang bikin makin taat sama deket ke Allah gimana tandanya? Ahh, mungkin secara dzahir jarang bertemu,tapi inspirasi kebaikannya selalu kita ingat, serta ada ketersalingan doa yang hadir dalam waktu-waktu mustajab.

Imam Atthobari menafsirkan ayat di atas :
“Allah Yang Maha Tinggi sebutan-Nya menegaskan bahwa orang-orang yang saling mencintai atas dasar kemaksitan-kemaksiatan kepada Allah di dunia kelak pada hari kiamat sebagian mereka menjadi musuh bagi sebagian yang lain; sebagian mereka berlepas diri dari sebagian yang lain kecuali orang-orang yang saling mencintai atas dasar ketakwaan kepada Allah.” (Jaami’ul Bayaan: 25/56)

Ibnu ‘Athiyyah berkata dalam tafsirnya :
“Sesungguhnya Allah Ta’ala menyebutkan sebagian kondisi hari kiamat– bahwa disebabkan permulaannya yang mengerikan dan kepanikan yang mengepung manusia, maka setiap teman karib di dunia yang berteman bukan atas dasar ketakwaan menjadi saling bermusuhan dan saling membenci. Hal tersebut dikarenakan ia melihat bahaya yang menimpa dirinya justru berasal dari kawan karibnya sendiri. Adapun orang-orang yang bertakwa mereka melihat bahwa manfaat mengalir dari sebagian mereka kepada sebagian yang lain.” (AL-Muharrar Al-Wajiiz: 13/247)

Sedang An-Nasafiy berkata: “Maksudnya pada hari itu semua kecintaan diantara orang-orang yang saling mencinta pada selain dzat Allah akan terputus dan berbalik menjadi permusuhan. Berarti dikecualikan kecintaan orang-orang yang bersahabat karena Allah. Sesungguhnya itulah kecintaan yang kekal.” (Madaarikut Tanziil Wa Haqaa`iqut Ta`wiil: 4/109)
Bila ingin mencari teman,sahabat, dan saudara maka carilah yang mau memberikan nasehat, menunjukkan pada kebaikan, mengajarkan ilmu yang bermanfaat, dan benar cintanya karena Allah Ta’ala. Karena teman dan saudara yang seperti itu bisa menjadi sebab bagi dirinya untuk memperbanyak ketaatan dan semakin mendekat dirinya kepada Allah Jalla Wa ‘Alaa -Ustadz Ibnu Luthfi-

Al-Auza’iy menceritakan dari Yahya Bin Abi Katsir berkata: “Sebaik-baik saudara adalah yang berkata kepada sahabatnya ,”Kemarilah, mari kita berpuasa sebelum kita meninggal”. Dan seburuk-buruk saudara adalah yang berkata kepada saudaranya, “Kemarilah, mari kita makan dan minum sebelum kita mati”. (Hilyatul Auliyaa`: 3/71)

Salah satu hal ajaib dari pertemanan adalah tidak ada jadiannya, tidak ada akadnya, tidak ada nembaknya, tidak ada. Tiba-tiba sudah teman baiklah. Dan teman baik selalu Mempunyai ruang untuk teman baik berikutnya. -Tere Liye-

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, atas nikmat berupa sahabat-sahabat yang shalih shalihat ini. Ampunilah semua dosa mereka, senantiasa berikanlah mereka petunjuk serta kebahagian dunia lebih-lebih akheratnya. Aamiin…

Penulis : Lintang Wahyu Mukti (Mahasiswa Farmasi ITB)

Editor   : Dian Risky Lestari (Qur’anic Generation Jakarta)