Mahar Itu Tanda Cinta

Mahar Al Qur'an

Mahar Al Qur’an

AQL Islamic Center  –  Jelang pernikahan biasanya sibuk menyiapkan mahar atau mas kawin. Mahar hendaknya diberikan dengan penuh ketulusan. Dengan cara yang halal dan baik. Sesuai Firman Allah QS An Nisa’ ayat 4

“Berilah mereka mahar dengan penuh ketulusan. Tetapi jika mereka rela memberikan sebagian dari mahar, maka ambillah dengan cara yang halal dan baik.”

Terkadang penentuan mahar memusingkan calon pasangan.  Pihak perempuan inginkan dinar, pihak laki-laki ingin memberi rupiah. Pihak perempuan inginkan rumah dan mobil, pihak laki-laki memberi rumah kontrakan dan motor. Bahkan ada yang inginkan mahar unik.  Yakni mahar uang sejumlah tanggal pernikahan. Jumlah uang itu ada yang dibentuk Allah, masjid, mempelai pengantin, kapal, bunga dan lain-lain.

Mahar utama disebutkan dalam akad nikah dan wajib dipenuhi. Adapun mahar tambahan atau sunah, bisa dipenuhi selama pernikahan. Mahar yang wajib hendapknya mudah dan murah. Sesuai hadits riwayat Ahmad.

Dari Aisyah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di antara tanda-tanda berkah perempuan adalah mudah dilamar, murah maharnya, dan murah rahimnya.” (HR. Ahmad)

Saat diskusi tentang hadits tersebut, Mbak Sita (salah satu relawan Indonesia Mengajar) berpendapat mahar itu disesuaikan dengan kemampuan pasangan. Kalau calon pasanganmu mampu ngasih sapi sepuluh ekor, berarti jangan minta satu ekor. Karena mahar itu harta pribadi istri. Untuk jaga-jaga apabila suami sudah tidak mampu menafkahi.

Hadits dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang wanita yang menawarkan untuk dinikahi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun beliau tidak tertarik dengannya. Hingga ada salah seorang lelaki yang hadir dalam majelis tersebut meminta agar beliau menikahkannya dengan wanita tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya:

“Apakah engkau punya sesuatu untuk dijadikan mahar?” “Tidak demi Allah, wahai Rasulullah,” jawabnya. “Pergilah ke keluargamu, lihatlah mungkin engkau mendapatkan sesuatu,” pinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Laki-laki itu pun pergi, tak berapa lama ia kembali, “Demi Allah, saya tidak mendapatkan sesuatu pun,” ujarnya. Rasulullah n bersabda: “Carilah walaupun hanya berupa cincin besi.”

Laki-laki itu pergi lagi kemudian tak berapa lama ia kembali, “Demi Allah, wahai Rasulullah! Saya tidak mendapatkan walaupun cincin dari besi, tapi ini sarung saya, setengahnya untuk wanita ini.” “Apa yang dapat kau perbuat dengan izarmu? Jika engkau memakainya berarti wanita ini tidak mendapat sarung itu. Dan jika dia memakainya berarti kamu tidak memakai sarung itu.” Laki-laki itu pun duduk hingga tatkala telah lama duduknya, ia bangkit. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya berbalik pergi, maka beliau memerintahkan seseorang untuk memanggil laki-laki tersebut.

Ketika ia telah ada di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bertanya, “Apa yang kau hafal dari Al-Qur`an?” “Saya hafal surah ini dan surah itu,” jawabnya. “Benar-benar engkau menghafalnya di dalam hatimu?” tegas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Iya,” jawabnya. “Bila demikian, baiklah, sungguh aku telah menikahkan engkau dengan wanita ini dengan mahar berupa surah-surah Al-Qur`an yang engkau hafal,” kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Al-Bukhari no. 5087 dan Muslim no. 3472)

Mahar itu tanda cinta. Semakin besar jumlah mahar, menandakan besarnya cinta. Nabi Muhammad SAW memberikan mahar 10 ekor unta kepada Siti Khadijah.

Apapun mahar yang diinginkan, hendaknya dimusyawarahkan. Buat kesepakatan yang tidak memberatkan. Dan buktikan cinta kalian dengan mahar yang bermanfaat di dunia dan akhirat.

Allahu a’lam