Tauhid Asma wa Shifat (4) Sep06

Tags

Related Posts

Share This

Tauhid Asma wa Shifat (4)

Ilustrasi

Ilustrasi

AQL Islamic Center – Bentuk-bentuk Penyimpangan Berkenaan Dengan Tauhid Asma wa Shifat

Sebagaimana Tauhid Rububiyah dan Tauhid Uluhiyah, pada Tauhid Asma wa Shifat pun terjadi penyimpangan. Penyimpang tersebut ialah memahami atau mensikapinya secara tidak sesuai dengan apa yang diwajibkan. Di antara bentuk penyimpangan yang terjadi adalah:

1. Mengingkari sebagian atau seluruh nama dan sifat yang telah Allah tetapkan untuk diri-Nya. Seperti orang-orang Jahmiyah (aliran sesat di dalam islam) yang berkeyakinan bahwa Allah tidak memiliki nama dan sifat.

2. Menganggap nama-nama Allah itu serupa dengan sifat makhluk. Seperti orang-orang yang menyamakan pendengaran Allah dengan pendengaran makhluk karena Allah memiliki nama ‘as-sami’ yang berarti Maha Mendengar.

3. Menamai Allah dengan nama-nama yang tidak Allah gunakan untuk menamai diri-Nya. Seperti perbuatan orang-orang Nasrani yang menamakan Allah dengan sebutan ‘al-Abu’ Tuhan ‘Bapak’.

4. Mengambil pecahan kata dari nama-nama Allah dan memberikannya kepada berhala. Seperti perbuatan orang-orang musyrikin Arab yang menamakan berhala mereka dengan sebutan ‘al-‘Uzza’ yang diambil dari nama Allah ‘al-‘Aziz’, atau ‘al-Latta’ yag diambil dari nama Allah ‘al-Ilaah’ (berdasarkan salah satu dari dua pendapat tentang penamaan berhala ‘al-‘Uzza’ dan ‘al-Latta’)

Beberapa Contoh Nama-nama dan Sifat-sifat Allah Subhaanahu wa ta’ala

Sungguh banyak sekali ayat al-Quran dan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menetapkan nama-nama dan sifat-sifat bagi Allah ta’ala dengan bentuk serta konteks kalimat yang beraneka ragam. Di antara nama Allah Subhaanahu wa ta’ala adalah: ‘al-Hayyu’,‘al-Qayyuum’‘ar-Rahman’, dan ‘ar-Rahiim’. Di antara sifat Allah Subhaanahu wa ta’ala adalah: ‘al-Qudrah’ (berkuasa), ‘al-Hayaah’(hidup), ‘al-‘Ilmu’ (mengetahui), ‘al-Iradah’ (berkehendak) dan ‘al-‘Uluw’ (tinggi) dan masih banyak lagi yang lainnya. Nama-nama dan sifat-sifat ini kita yakini dimiliki oleh Allah ta’ala sesuai dengan kebesaran dan keagungan-Nya, karena terdapat di dalam al-Quran dan as-Sunnah. Kita juga tidak menyerupakannya dengan makhluk karena tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Allah ‘azza wa jallaa. Kemudian kita mengilustrasikan bagaimana keadaannya karena akal manusia tidak mampu mencapainya serta tidak ada keterangan dari al-Quran ataupun as-Sunnah yang memberitahukan bagaimana hakikat keadaan sifat-sifat Allah tersebut.

Penutup

Demikianlah pembahasan yang bisa kami sampaikan tentang Tauhid Asma wa Shifat, mudah-mudahan bisa menjadi tambahan ilmu untuk memahami nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhaanahu wa ta’ala dengan benar. Semoga tulisan ini menjadi motivasi bagi kita untuk memperdalam ilmu tentang Allah ta’ala, agar kita semakin mengenal-Nya sehingga bisa beribadah kepada-Nya dengan sempurna dan memperoleh kebaikan di dunia dan akhirat.

Sumber

Ushul Iman Fii Dhaui al-Kitab wa as-Sunnah, Nukhbatun minal ‘Ulama, Qowaidul Mutsla, Ibnu ‘Utsaimin, al-Irsyad ilaa Shahihil I’itiqad, DR. Shalih Fauzan bin al-Fauzan (Buletin As-Sunnah)