Cara Benar Cari Jodoh

jodoh-2

AQL Islamic Center – Jodoh itu urusan Allah. Karena ia urusan Allah, jodoh laiknya rezeki yang keberadaannya harus kita jemput. Sayangnya, banyak dari kita yang melakukan cara-cara “sesat” dalam pencarian, penantian dan penjemputan jodohnya. Banyak yang tidak sadar bahwa ia belum jua menikah karena “kesalahannya” sendiri. Banyak hal yang ternyata belum ‘selesai’ dalam dirinya, yang membuat seseorang belum jua Allah katakan layak untuk mendapatkan jodoh dan segera menikah.

Untuk menikah dan bertemu jodoh, kita memang perlu merayu Allah. Proses merayu Allah ini ternyata tak sembarangan. Karena pernikahan sendiri adalah ibadah, ikhtiar yang dilakukan juga bukan ikhtiar biasa namun ikhtiar yang luar biasa. Kami menyebutnya “Cara Benar Cari Jodoh”.

1. Cleansing

Cleansing seperti proses bersuci , ibaratnya kita telah terkena najis, kemudian akan ibadah shalat. Allah perintahkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Maka, suatu keharusan bila akan menikah, kita juga harus “bersuci” terlebih dahulu dari segala dosa yang pernah kita lakukan di masa-masa lalu. Dosa-dosa yang secara tidak sadar belum kita maafkan yang ternyata itu akan menghambat pertemuan dengan jodoh kita. Proses cleansing ini memang berfokus pada kita dan Allah saja, namun bersuci terhadap dosa di masa lalunya akan melibatkan orang lain.

2. Upgrading

Upgrading itu laiknya pemenuhan pembekalan diri untuk menjalani pernikahan nantinya. Upgrading meliputi pemantasan diri kita terhadap Allah agar layak disandingkan dengan kodoh nantinya. Sudahkah memiliki perbekalan ilmu nikah yang cukup? Sudahkah memiliki skill mengarungi pernikahan yang mumpuni dan sudahkah memiliki kesiapan hati untuk masuk gerbang kehidupan yang baru itu? Maka, upgrading sebaik-baiknya, tak pernah lelah untuk terus belajar dan memperbaiki diri, itulah yang akan membuat Anda semakin Allah dekatkan dengan jodoh Anda.

3. Selecting

Selecting ini tahap bagaimana sebenarnya kita memilih dan menentukan siapa yang akan menjadi pasangan sejati untuk diri kita. Bukan sekadar “asal pilih”, “asal ada”, ataupun “asal cinta”. Karena tentunya pasangan yang kita pilih untuk menikah dengan kita adalah ia yang akan menjalani kehidupan seumur hidup dengan kita.

(dikutip dari buku “Jodoh Dunia Akhirat” yang ditulis oleh Ikhsanun Kamil dan Foezi Citra Cuaca)

Jadi, bagi Anda yang masih menanti, sudah siapkah untuk cleansing, upgrading dan selecting?