FPII Pertanyakan Konsistensi Pemerintah Soal Miss World di Bali Sep08

Tags

Related Posts

Share This

FPII Pertanyakan Konsistensi Pemerintah Soal Miss World di Bali

avatar_ok2AQL Islamic Center – Melalui pernyataan Menkokesra Agung Laksono, pemerintah memutuskan bahwa kontes Miss World (MW) hanya akan digelar di Bali. Desakan ormas-ormas Islam dan ulama serta elemen masyarakat untuk membatalkan Miss World tidak surut. Forum Pemuda Islam Indonesia (FPII) melalui perwakilannya, justru mempertanyakan konsistensi pemerintah.

“Kami menghargai keputusan tersebut, tapi  jika faktanya memang kontes ini melanggar banyak hukum, norma adat, bahkan melecehkan agama, pemerintah seharusnya tidak setengah-setengah untuk membatalkan secara total,” ujar Agastya Harjunadhi, yang juga memegang amanah sebagai sekjen Young Islamic Leaders (YI-Lead).

Pembatalan Miss World di Jawa Barat dan hanya akan diadakan di Bali membuktikan betapa pemerintah memiliki peran besar dalam keputusan dan perizinannya.

“Ini soal keberanian pemimpin dalam konsistensi memegang hukum, dan memberikan solusi atas keresahan umat,” terang Agastya.

Disampaikan juga bahwa YI-Lead bersama FPII telah mengirim surat desakan kepada Kapolri untuk tegas membantu penegakkan hukum yang dilanggar oleh panitia penyelenggara kontes Miss World.  Pembatalan Miss World melalui pemerintah secara hukum menurut Agastya juga akan memberikan solusi tepat dan menghindarkan dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Seperti yang kita lihat dalam aksi demo di depan MNC kemarin, umat Islam sangat kuat desakannya. Di Bali, umat lain menantang puputan. Kalau dibiarkan justru malah berbahaya. Sekali lagi kami himbau pemerintah dan pemimpin negeri ini untuk tegas dan berani ambil langkah cerdas yang solutif,” tegasnya.

Kontes kecantikan ratu sejagad ini dinilai telah melanggar banyak pasal, diantaranya adalah :

1. Norma Agama
2. Norma Budaya
3. Pancasila
4. UUD 1945
5. KUHP psl 281 ttg merusak kesopanan di muka umum.
6. UU Pornografi
7. Larangan Presiden RI tgl 28 Mei 1996
8. Instruksi Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunkasi RI tgl 30 Jan 1984 No.1M.I/HK/208/MPPT/84
9. Surat Dirjen Pariwisata tgl 27 Juni 1981 No.142//D.1/VI/1981.
10. SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tgl 26 Mei 1984 No.0237/U/1984.
11. Instruksi Dirjen Pariwisata tgl 27 Juli 1984 No.02/INST/VII/1984.
12. Surat Dirjen Pariwisata RI tgl 14 Sept 1984 No.66/B.4/IX/84.
13: SK Dirjen Kebudayaan RI tgl 25 Juni 1986 No.0646/FI.IV/J.96.
14. Surat Gubernur DKI Jakarta tgl 9 Ags 1980 No.3554/VIII/1980.
15. Sebagai tambahan info, bahwa Miss World dan Miss Universe adalah ajang maksiat Internasional. Pada tahun 2005, Artika Sari Devi dari Indonesia dan para peserta Miss Universe 2005 di Thailand, bukan hanya pakai bikini. Mereka bahkan difoto telanjang bugil di ruang ganti di depan para pria petugas pemberi pakaian, dan fotonya disebarluaskan oleh kantor berita AFP. Inikah yg disebut mengharumkan bangsa ?

“Melanggar hukum ya harus dihukum, bukan dibiarkan difasilitasi dan malah disiarkan,” tutup Agastya.

(youngislamicleaders.org/Melita)