FUI TETAP AKAN KEPUNG SENTUL 28 SEPTEMBER Sep14

Tags

Related Posts

Share This

FUI TETAP AKAN KEPUNG SENTUL 28 SEPTEMBER

AQL Islamic Center — Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shyhab dan Sekjend. Forum Umat Islam (FUI) Muhammad al-Khaththat sepakat pihaknya tetap akan mengepung Sentul International Convention Center (SICC) di Sentul City, Bogor, Jawa Barat, pada 28 September mendatang.

“Karena masih ada indikasi dari pihak Hari Tanoe Soedibyo untuk melobi pemerintah agar tetap bisa menggelar puncak acara maksiat tersebut di SICC,” ungkap Al Khaththat di depan massa aksi damai yang mulai memadati Bundaran HI, Jakarta Pusat sejak pukul 13:00 hingga 18:30 WIB (14/9/2013).

Ribuan massa FUI, jelasnya, akan mengepung gedung SICC bersama jamaah zikir Az-Zikra pimpinan Ust. Arifin Ilham yang bermarkas di kawasan Sentul City. “Ustadz Arifin Ilham sudah menyatakan dukungannya. Bahkan jamaahnya akan membuat pagar hidup dengan bergandengan tangan mengepung gedung SICC,” tambah Al Khaththat.

Dalam orasinya, Habib Rizieq terus membersi semangat agar umat Islam yang tergabung dalam FUI jangan kendur untuk tetap menolak Miss World agar tidak jadi dilaksanakan puncaknya di Indonesia. “Pokoknya, pada tanggal 28 September nanti, kita tetap akan menyatakan perang terhadap Miss World. Dan kita akan mengepung akses menuju Sentul,” katanya berapi-api di selingi teriakan takbir.

Di tengah berlangsungnya orasi yang digelar di depan gedung Hotel Hyatt, sejumlah massa FPI dengan menggunakan perahu karet dan berenang,  memanjat tugu Selamat Datang yang berada di tengah kolam air mancur Bundaran HI. Mereka memasang sebuah spanduk besar bertuliskan “FUI: MISS WORLD GO TO HELL”.

Massa FUI sedianya akan menginap di kawasan Bundaran HI, akhirnya membubarkan diri setelah melakukan shalat magrib berjamaah di Jl. Kebon Kacang Raya, yang terletak diantara Hotel Grand Hyatt dan Hotel Indonesia. Mereka tidak jadi menginap lantaran sejumlah perwakilan FUI yang berhasil menemui manajeman Hotel Grand Hyatt, mendapat jaminan bahwa reservasi peserta Miss World yang semula akan menginap di hotel tersebut sudah dibatalkan.

“Kami dijanjikan besok pagi akan difax tembusan surat pembatalan yang akan ditandatangani tiga direksi Grand Hyatt,” jelas al Khaththat. Surat asli pembatalan reservasi itu akan ditujukan kepada panitia Miss World. Jika tembusan surat itu Minggu (15/9) pagi tidak dikirimkan, maka FUI akan kembali mendatangi management Hotel Grand Hyatt.

Aksi Tolak Miss World di Jember

Aksi penolakan Miss World juga digelar di kota Jember. Surya Online mengabarkan ratusan orang yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), berdemonstrasi di sejumlah jalan Jember. Massa melakukan long march  dari Alun-Alun, Jl. PB Sudirman, Jl. Kalimantan, hin gga Bundaran DPRD Jember.

Aksi selama dua jam dari pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB itu, massa HTI berorasi bahwa kontes kecantikan Miss World tidak sesuai dengan budaya Indonesia dan budaya Islam. “Meskipun panitia membuat acara dibungkus sesopan mungkin, itu tetap tidak sesuai. Kontes kencantikan menyalahi ajaran Islam,” ujar Abdul Rahman.

Kedua  aksi damai penolakan Miss  World, baik di Jakarta dan di Jember, mendapat pengawalan ketat dari parat keamanan. Namun aksi berjalan lancar, meski sempat memacetkan arus lalintas di sekitarnya.

FPI Dihadang ke Bali.

Sementera itu, Tribune.com, melaporkan sekitar 200-an massa FPI yang beristighasah di Banyuwangi, gagal menyeberang ke Pulau Bali. Mereka yang melakukan do’a bersama di akses masuk Stasiun Banyuwangi Baru yang berjarak sekitar 100 meter dari Pelabuhan Ketapang, dihadang pihak keamanan yang jumlahnya dua kali lipat.

FPI yang sebelumnya ngotot akan masuk pelabuhan, akhirnya mengurungkan niatnya setelah Kabid HUmas Polda Jawa Timur, Kombes Awi Setiyono bernegosiasi dengan massa. Polisi memblokade jalan dengan kawat besi dan sebuah water canon, serta menyiagakan ratusan personelnya di Pelabuhan Ketapang.

Setelah mendapat penjelasan itu, mereka kembali ke Stasiun Banyuwangi Baru. Usai menyantap nasi bungkus, massa bubar dan menuju kendaraan pengangkut untuk kembali ke kota masing-masing.

Massa FPI yang datang ke Banyuwangi, berasal dari sejumlah kota di Jawa Timur, antara lain Jember, Mojokerto, Jombang, Pasuruan Sidoarjo juga Pulau Madura, dan dari Banyuwangi sendiri.

Oleh: Abu Lanang