Tags

Related Posts

Share This

Gawat: Pemimpin Syi’ah Irak Halalkan Narkoba!

Syiah Irak#1

AQL Islamic Center – Jika aqidah sudah sesat, maka ilmu, ajaran, akhlak, perilaku, dan fatwa pun akan menyesatkan. Hal ini agaknya yang menyebabkan mengapa Syi’ah layak dinyatakan banyak ulama muslim sebagai ajaran “sesat”, “menyimpang”, dan “keluar dari Islam”.

Bayangkan saja, betapa menyimpangnya sebuah fatwa yang dikeluarkan Pemimpin Syi’ah Irak Muqtada al-Shadr. Ia terang-terangan menghalalkan penggunaan Narkoba jika umatnya ingin menjumpai Imam Mahdi.

Fatwa Muqtada al-Shadr yang tertuang secara resmi dalam surat fatwanya, membolehkan umatnya mengkonsumsi ganja, hasyisy, dan mukhaddirat (narkoba). Padahal di banyak negara sekuler, bahkan komunis atau atheis sekalipun, berbagai jenis narkoba dan psikotropika dinyatakan sebagai “zat terlarang”. Dan pengguna serta pengedarnya bisa dikenakan sangsi hukum kurungan hingga hukuman mati.

Menurut Muqtada al-Shadr, seperti yang dikutip GenSyiah dan dilansir Bumisyam.com, hukum “penghalalan narkoba” itu, ia dapatkan dari hasil “diskusinya dengan Imam Mahdi”.

Imam Mahdi bersabda, tutur Muqtada al-Shadr: “Narkoba adalah obat bagi segala penyakit, penghilang kesedihan, mendekatkan kepada Allah Yang Maha Rahman. Narkoba halal khusus untuk pasukanku dan penolongku, dan barang siapa ingin melihatku maka ia harus menkonsumsi narkobaku.”

Dari foto Muqtada al-Shadr yang beredar di dunia maya, memang cukup mencirikan bahwa ia seorang pengkonsumsi narkoba. Lihat saja pada tampilan giginya yang berbercak hitam seperti karang gigi, layaknya orang yang jarang bersikat gigi.

Tampak pula rangkaian giginya mulai rusak dan ompong. Hal itu pertanda fisik para pecandu narkoba yang berbahan dasar kimia, meski orang itu rajin menggosok gigi setiap pagi.

Oleh Abu Lanang | sumber: GenSyiah/Bumisya.com