Tags

Related Posts

Share This

Ulama Ahlusunnah Serukan Boikot Kurma Iran

Para ulama Ahlu Sunnah yang sedang bermuktamar di Kairo, Mesir

Para ulama Ahlu Sunnah yang sedang bermuktamar di Kairo, Mesir, 13 Juni 2013

AQL Islamic Center — Resolusi Ulama Ahlusunnah yang bermuktamar di Kairo, Mesir, 13 Juni 2013 lalu, menyerukan untuk memboikot kurma dari Iran.

Muktamar dihadiri oleh lebih dari 500 tokoh dan ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah dari 50 negara. Berdasarkan laporan VoA Islam yang dilansir Bumisyam.com, Anggota Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat, Ust. Fahmi Salim, Lc, MA, mengatakan aksi boikot merupakan senjata ekonomi yang ampuh.

Menurut Ust. Fahmi, sebagai bentuk protes atas dukungan Syiah Iran terhadap rezim diktator Bashar Al-Assad, maka aksi boikot produk Syiah Iran adalah senjata ekonomi yang memiliki dampak signifikan.

“Senjata ekonomi itu cukup signifikan, memboikot produk negara yang memerangi umat Islam itu didasari karena mereka kan mendapatkan income dari produk yang dijual ke seluruh dunia. Kalau bisa kita boikot, kita tidak membelinya, itu akan menurunkan volume devisa perdagangan mereka di dunia internasional,” jelasnya, yang juga Wakil Sekjend Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI).

Ia pun menyampaikan, contoh kongkrit aksi boikot yang berdampak cukup signifikan adalah terhadap produk Denmark lantaran penghinaan melalui kartun Nabi Muhammad yang pernah dimuat di media. Seluruh produk Denmark seperti susu, keju dan lain-lain ditarik dari pasar-pasar di Timur Tengah. Akhirnya pemerintah Denmark pun meminta maaf dan meminta dibuka kembali hubungan dagang.

Aksi boikot juga pernah diserukan oleh Raja Faishal kepada Amerika agar tidak memberikan dukungan terhadap negara Zionis saat terjadi perang Arab-Israel.

Editor: Abu Lanang