Tags

Related Posts

Share This

Pembubaran Ikhwanul Muslimin Bernuansa Politik

Egyptian protesters stand in the burnt headquarters of the Muslim Brotherhood in the Moqattam district of Cairo on July 1, 2013 after it was set ablaze by opposition demonstrators overnight. Egypt's opposition gave Islamist Mohamed Morsi a day to quit or face civil disobedience after deadly protests demanded the country's first democratically elected president step down after just a year in office. AFP PHOTO / KHALED DESOUKIAQL Islamic Center – Pengadilan Kairo pada Senin (23/9) memutuskan pelarangan sekaligus pembekuan segala aktivitas  Ikhwanul Muslimin (IM) dan semua asosiasi atau lembaga yang berafiliasi kepada organisasi massa Islam internasional itu.

Reporter al-Syarq al-Awsath dari Aljazeera.net, melaporkan bahwa pengadilan itu juga melakukan penyitaan terhadap semua aset kelompok yang menjadi pendukung presiden terkudeta Dr. Muhammad Mursi.

Menanggapi hal tersebut, Kelompok IM mengatakan keputusan pembubaran ormasnya itu sangat bernuansa politis. Melalui akun resmi Twitter IM, ditegaskan bahwa IM akan tetap eksis di muka bumi, karena ikhwan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat Mesir.

Pelarangan dan pemebukuan IM ini, diputuskan Pengadilan Kairo, karena IM dituduh telah menggangu keamanan nasional dan ketertiban umum. Dalam putusannya pengadilan menetapkan, “organisasi Ikhwanul Muslimin, yang didirikan oleh Hassan al-Banna pada tahun 1928 hanya menjadikan Islam sebagai tameng dalam melaksanakan kepentingannya. Ikhwan tidak mengindahkan hak-hak rakyat ketika memegang kekuasaan di Mesir dan mereka telah melakukan pelecehan dan mempunyai sifat arogansi. Sehingga keadaan rakyat semakin memburuk sehingga mereka melakukan demonstrasi pada tanggal 30 juni untuk menuntut ketidakadilan yang mereka rasakan.”

Belum jelas apakah putusan pengadilan itu juga berarti pelarangan terhadap Partai Kebebasan dan Keadilan yang merupakan partai dari IM. Dan menurut hukum Mesir, Ikhwanul dapat mengajukan banding atas putusan tersebut sebelum adanya putusan akhir mengenai hal tersebut.

Secara umum putusan tersebut telah menargetkan setiap kelompok yang mendukung presiden terpilih Dr. Muhammad Mursi, yang digulingkan militer dan ditangkap pada tanggal 3 juli 2013. Pemerintahan baru bentukan militer memang menargetkan kelompok IM yang merupakan pendukung utama presiden Mursi, sebagai “sasaran tembak” politik mereka.

IM merupakan kelompok yang didirikan pada 1928 dan dibubarkan pada 1954 oleh Gamal Abdel Nasser. Dan pada akhir 2011 telah memenangkan pemilu Mesir dan mengantarkan Dr. Muhammad Mursi sebagai presiden pertama Mesir yang dipilih secara langsung oleh rakyat Mesir yang dilantik pada bulan Juni 2012.

Oleh: Khoirul Masmu’