“Hijab Syar’i”

lizar1.1AQL Islamic Center

Ahad, 17 November 2013

Pengurus Madrasah Ar-Rahman lereng Merbabu, yang dikomandoi koordinator lapangan, Ahmad Lizar Harahap, mengajak santriwati binaannya studi banding (Study Syari’iyyah) ke Ma’had Bina Madani Puteri, Grabag, Magelang. Event ini telah dipersiapkan sejak dua pekan sebelumnya.

Peserta terdiri dari 23 santriwati gabungan dari 4 dusun binaan Ar-Rahman, yakni: Panggungan, Nangrong, Batur dan dusun Malang. Studi banding dilakukan untuk menstimulasi para santriwati dalam berhijab sesuai syar’i sehingga hijab menjadi khas dan ringan untuk dijalankan, sebagai bentuk ketaatan seorang wanita kepada penciptaNya.

Di tempat ini, para santriwati mendapatkan motivasi dan pengetahuan tentang berhijab yang sesuai dengan syariat Islam. Dipaparkan beberapa rintangan berhijab ketika berada di lingkungan yang kurang mendukung. Dijelaskan pula apa perbedaan Hijab, Niqab dan Khimar. Peserta juga mendapatkan ilmu-ilmu syariah lainnya.

Pengisi acara merupakan ustadzah dari Ma’had itu sendiri, diantaranya adalah ustadzah Fatimah Az-Zahrah dan beberapa ustadzah lainnya. Adapula santriwati yang telah duduk di kelas III SMA berbagi cerita. “Dalam berhijab seorang akhwat harus bersabar, selalu thalibul ilmu, dan mendakwakan kepada orang lain.” papar Fatimah

Itinerary Studi Banding

Pukul 70.30 WIB, peserta menuju lokasi dengan mengendarai dua angkot.

Pada pukul 09.00 WIB, para peserta diterima tuan rumah.

Selanjutnya, merupakan materi dan pengenalan syari’ah berhijab oleh ustadzah Fatimah Az-Zahrah hingga pukul 11.30 WIB.

Setelah santap siang, tepat pukul 14.00 WIB peserta lalu kembali ke dusun dan mengadakan briefing hasil studi dipimpin langsung oleh ketua, Ahmad Lizar.

Berikut wawancara saya dengan salah satu peserta:

Lizar: “Apa yang kamu rasakan setelah mendapatkan pengarahan dan motivasi berhijab dari Ma’had Bina Madani Puteri?”

Rina: “Alhamdulillah, kak, saya sangat senang karena mendapatkan ilmu, suasana yang baik, teman baru, dan yang paling penting saya lebih sadar betapa pentingnya berhijab.”

Lizar: “Apakah kamu siap mengamalkan ajaran Islam tentang berhijab dalam kehidupan sehari-hari?”

Rina: “Insya Allah, saya berusaha berhijab dimanapun dan kapanpun. Akan tetapi, saya akan mendapatkan rintangan-rintangan dari orang lain, semoga Allah memberikan kepada saya kesabaran yang kuat, dan mampu mengajak orang lain untuk mengamalkan ajaran yang mulia ini.”

Lizar: “Tahun ini kamu akan menyelesaikan studi di bangku SMP Selo, bersediakah kamu melanjutkan studi selanjutnya ke Ma’had Bina Madani Puteri yang kita datangi tadi?”

Rina: “Bila kak Lizar merestui, saya bersedia Insya Allah.”

Pengurus Madrasah Ar-Rahman menggelar kegiatan ini sebagai salah satu bentuk eksistensi dakwah yang dilakukan di lereng Merapi, Merbabu. Setengah masyarakat wanita Indonesia telah menggunakan tutup kepala, akan tetapi dari sekian jumlah itu masih didapatkan wanita yang berhijab hanya menutupi kepala dan leher, sedangkan pakaiannya masih tipis/transparan.

Dengan kegiataan ini mudah-mudahan dusun yang kita bina konsisnten menuju dusun baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur (takwa), seperti yang dicita-citakan.

Allah SWT berfirman, “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, putri-putrimu, dan wanita yang beriman hendaklah mereka melabuhkan jilbabnya sampai dada-dada mereka….” (QS. Al-Ahzab: 56)

Oleh: Ahmad Lizar