Mengimani Takdir, Membangun Optimisme Jul05

Tags

Related Posts

Share This

Mengimani Takdir, Membangun Optimisme

tkAQL Islamic Center – Kita tidak bisa bayangkan, jika sebuah negeri adalah sekumpulan orang yang berputus asa. Negeri itu akan hancur. Coba kita perhatikan diri ini, kenapa manusia dikatakan basyar? Itu karena dia membawa busyro, berita gembira.

Takdir kita dilahirkan sebagai keturunan penduduk surga. Manusia adalah sebaik-baik makhluk ciptaan Allah, kita adalah umat yang terpilih, makhluk yang terpilih, dan bangsa yang terpilih.

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Artinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”. (QS. Ali Imran: 110)

Bahkan kita adalah sebuah bangsa, sebuah umat yang tidak terlahir bak rumpuk ilalang yang tumbuh liar dimana-mana. Bukan.

Kita adalah segolongan umat yang di datangkan Tuhan untuk memberikan optimism kabar gembira kepada dunia, seperti matahari yang selalu terbit di negeri ini. Begitulah takdir baik, bagi orang yang optimis.

Kita bisa menjadi bangsa yang mandiri dengan prinsip berdikari. Sedikit saja, ada rasa mengemis dalam hati, meminta kepada bangsa yang lain, kita akan di miskinkan saat itu juga oleh Tuhan kita, Allah Azza Wajalla.

Prasangka kita, itulah yang akan menentukan masa depan kita. Ketika kita berpraangka baik pada diri ini, maka kebaikanlah yang akan kita peroleh, tapi jika kita sudah mengira bahwa kita adalah bangsa yang lemah, kelemahan yang akan menjadi ujung perjalanan. Takdir Allah sudah jelas, kalau kita mau merubah nasib, maka Allah akan takdirkan baik, tapi jika kita berdiam diri, maka semuanya akan berhenti. Iya, Allah akan menolong orang yang mau merubah dirinya, dan Allah akan meninggalkan orang-orang yang diam, tidak berprasangka baik bagi dirinya.

> Abu Mujahid