Tags

Related Posts

Share This

Barat Siap Bekerja Sama Dengan Iran Dalam Memerangi ISIS

peta ISISAQL Islamic Center | Aljazeera.net :  Kebanyakan surat kabar Inggris pada pagi ini tanggal 19 Agustus 2014 mengangkat berita tentang perhatian yang lebih intens dalam hal yang berkaitan dengan keadaan yang ada di Irak dan kerjasama Barat dengan Iran dalam memerangi tandzimud daulah Islamiyyah atau yang sebelumnya bernama ISIS (Islamic State of Iraq and al-Shām), dan juga hal-hal yang berkaitan dengan dipecahnya Iraq menjadi beberapa bagian.

Malcom Rifkind, mantan Menlu Inggris yang saat ini menjabat sebagai kepala bidang intelejen dan keamanan di Parlemen Inggris, di awal sebuah artikel surat kabar The Daily Telegraph mengatakan, “Jika Barat diharuskan untuk bekerja sama dengan Iran dalam menghadapi ISIS, maka hal ini sangat mungkin terjadi.” Dia menyatakan bahwa kerja sama tersebut sudah terjadi antara Amerika dan Iran dalam menjatuhkan Nuri al-Maliki sebagai perdana menteri Iraq. Bukti lainnya juga bisa dilihat tidak adanya penentangan dari pihak Iran ketika Amerika mempersenjatai pasukan Peshmerga Kurdi.

Malcom menyatakan bahwa kerja sama antara Barat dan Iran bukan hal yang baru, karena sudah banyak dilakukan kerja sama informal antara dua pihak sejak adanya Revolusi di Iran tahun 1979. Kerja sama ini tidak bisa disebut sebagai kemunafikan atau standar ganda, karena keduanya mendapatkan keuntungan dari sisi-sisi tertentu.

Dan disebutkan juga di dalam The Daily Telegraph bahwa Perdana Inggris David Cameroon menyatakan bahwa ISIS atau yang disebutnya sebagai Negara Ekstrimis yang ada di jantung Iraq dan Syuriah dapat memberikan kesulitan dan bahaya bagi Inggris. Dia juga menyatakan bahwa tidak adanya tindakan terhadap ISIS tersebut akan membuat mereka semakin berkembang dan kuat sehingga ke depannya mereka mampu manjadikan warga negara Inggris sebagai target mereka.

Cameron juga berpendapat bahwa pemberian bantuan kemanusiaan terhadap krisis di Irak tidak cukup. Karena itu diperlukan bantuan dari sisi politik, diplomasi, dan keamanan yang lebih luas lagi untuk memblokade ISIS dan mematahkan pergerakannya, lalu kemudian menghancurkannya. Dia juga mengisyaratkan bahwa ISIS memiliki ambisi yang luas, dan ini merupakan ancaman bagi keamanan Eropa. Dan tidak ada yang harus dilakukan lagi kecuali bangkit untuk melawan pergerakan ISIS.

Sumber : Aljazeera.net