Hormatilah Orang Tua, Pengemban Qur’an, dan Pemimpin Yang Adil Sep04

Tags

Related Posts

Share This

Hormatilah Orang Tua, Pengemban Qur’an, dan Pemimpin Yang Adil

Mnghormati orang tuaAQL Islamic Center :

عَنْ أَبِى مُوسَى الأَشْعَرِىِّ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ r  »إِنَّ مِنْ إِجْلاَلِ اللَّهِ إِكْرَامَ ذِى الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ وَحَامِلِ الْقُرْآنِ غَيْرِ الْغَالِى فِيهِ وَالْجَافِى عَنْهُ وَإِكْرَامَ ذِى السُّلْطَانِ الْمُقْسِطِ«

Dari Abi Musa al-Asyari Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “di antara bentuk pengagungan kepada Allah adalah memberikan rasa hormat kepada orang muslim yang usianya lebih tua, , dan kepada pemimpin yang adil.” (HR. Abu Dawud, dan dinilai Hasan oleh Syekh al-Albany)

Hadits di atas menjelaskan adanya tiga kelompok yang mendapatkan penghormatan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bentuk penghormatannya yang diberikan Allah kepada mereka adalah penghormatan kepada tiga kelompok tersebut termasuk bagian dari penghormatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Tiga kelompok yang disebutkan di dalam hadits tersebut adalah :

Pertama : orang muslim yang berusia tua. Lafazh dzis Syaibah, yakni orang yang sudah beruban dan sudah berusia tua. Dan kelompok ini mendapatkan penghormatan karena usia mereka yang sudah lanjut. Hal tersebut sebagai bentuk akhlak Islam yang harus dimiliki oleh setiap muslim. dalam hadits lain disebutkan bahwa nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak mengasihi anak-anak kecil kami, dan tidak menghormati orang-orang tua kami.”

Kedua : para pengemban al-Qur’an, yang tidak melebihi batas dan tidak juga terlalu sempit dalam memahami al-Qur’an. Kata ghairul ghaali fiihi maknanya adalah orang yang tidak melebihi batas, baik dalam membacanya maupun dalam memahaminya. Sedangan al-Jaafi anhu maknanya adalah orang yang memandang remeh al-Qur’an, tidak terlalu memperhatikannya, dan jarang membaca dan mentadabburinya.

Ketiga : para penguasa yang berbuat adil. al-muqsith berasal dari iqsaath yang bermakna adil, sedangkan lawannya adalah al-Qisth yang bermakna curang. Al-Muqsith dan al-Qaasith merupakan dua kata yang berlawanan. Di dalam surat al-Jin disebutkan :

وَأَمَّا الْقَاسِطُونَ فَكَانُوا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا ﴿١٥﴾

Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahannam.

Pelajaran dalam hadits :

1- Seorang muslim harus senantiasa memberikan rasa hormat kepada orang yang lebih tua, para pengemban al-Qur’an, dan pemimpin yang adil, karena penghormatan kepada mereka termasuk salah satu bentuk pengagungan kepada Allah

2. Seorang muslim harus senantiasa berinteraksi dengan al-Qur’an dan memahaminya sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan juga para shahabatnya.

والله أعلم بالصواب

Oleh : albanjari