Makna dan Tujuan dari Talbiyah dalam Ibadah Haji dan Umrah Sep05

Tags

Related Posts

Share This

Makna dan Tujuan dari Talbiyah dalam Ibadah Haji dan Umrah

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr. wb,

Ustadz, ketika menunaikan ibadah haji atau umrah, kita disunnahkan untuk memperbanyak membaca atau mengumandangkan talbiyah selama pelaksanaan haji dan umrah kita. Yang ingin saya tanyakan adalah apa makna dari ungkapan talbiyah tersebut dan apa tujuan dari bacaan talbiyah itu ustadz? Mohon pencerahannya ustadz.

Hamba Allah.

Jawab:

Wa’alaikumsalam wr. wb,

Talbiyah adalah syiar ibadah haji. Talbiyah bukanlah sekedar ungkapan kering tanpa makna yang diteriakan oleh para jamaah haji.Talbiyah adalah ungkapan penuh makna yang seharusnya muncul dari hati seorang mukmin yang disinari cahaya iman sehingga dapat membawa pengaruh kepada perilakunya dan mengarahkan hidupnya sesuai tuntunan keimanannya. Oleh karena itu, disunnahkan kepada setiap jamaah haji untuk memperbanyak membaca talbiyah ini sepanjang pelaksanaan ibadah haji. Dalam hadits Nabi SAW. dijelaskan:

عَنْ زَيْدِ بنِ خَالِدٍ الجُهَنِيِّ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” جَاءَنِي جِبْرِيلُ ، فَقَالَ : يَا مُحَمَّدُ ، مُرْ أَصْحَابَكَ فَلْيَرْفَعُوا أَصْوَاتَهُمْ بِالتَّلْبِيَةِ ، فَإِنَّهَا مِنْ شِعَارِ الْحَجِّ. رواه أحمد وابن ماجة والحاكم

Dari Zaid bin Khalid al Juhanni ra. ia berkata: “Rasulullah SAW. bersabda: Jibril mendatangiku, lalu berkata: “Wahai Muhammad perintahkan shahabat-shahabatmu agar mengangkat suara merekadengan mengucapkan talbiyah, karena sesungguhnya ia adalah syiar haji.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Hakim).

Talbiyah secara bahasa berasal dari kata ‘labba’ yang berarti menjawab panggilan, sehingga talbiyah yang diucapkan berkali-kali merupakan komitmen untuk selalu menjawab setiap panggilan dan seruan Allah SWT. Dan talbiyah ini juga merupakan jawaban terhadap seruan Ibrahim yang diperintahkan Allah SWT. agar menyeru seluruh umat manusia untuk datang ke Makkah demi melaksanakan ibadah haji. Allah SWT. berfirman:

وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِ‌جَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ‌ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. (QS. al-Hajj [22]: 27).

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Allah SWT. memerintahkan Ibrahim untuk menyeru umat manusia agar datang ke Baitullah untuk menunaikan ibadah haji. Ibrahim pun bertanya, “Ya Tuhanku! Bagaimana mungkin seruanku akan sampai kepada umat manusia sedangkan suaraku tidak sampai kepada mereka?” Maka Allah SWT. berfirman, “Tugasmu hanyalah menyeru, dan tugas Kami lah untuk menyampaikannya”. Maka dengan penuh keyakinan akan janji Allah SWT. Ibrahim kemudian berdiri, dan menyeru, “Wahai umat manusia! Tuhan kalian perintahkan kalian untuk datang ke rumah-Nya untuk menunaikan ibadah haji. Lalu gunung-gunung pun merendah sehingga suara Ibrahim pun sampai ke seluruh penjuru dunia. Bahkan didengarkan oleh mereka yang masih dalam rahim dan sumsum, dan dijawab oleh segala sesuatu mulai dari batu maupun tanaman, dan setiap orang yang ditakdirkan Allah SWT. akan menunaikan ibadah haji sampai hari kiamat menjawab, “Aku memenuhi panggilan Mu ya Allah, aku memenuhi panggilan MU”.

Talbiyah juga mengandung makna lainnya. Dalam kitabnya Tahdzib al-sunnah, Ibnu al-Qayyim menyebutkan beberapa makna yang terkandung dalam kata talbiyah, di antaranya adalah:

-  Ketertundukan sehingga makna ‘labbaika’ adalah aku tunduk patuh kepada Mu

-  Menetap dan konsisten, sehingga maknanya adalah aku akan konsisten dan tetap selalu taat kepada Mu.

-  Cinta, sehingga kata ‘labbaika’ tidak akan diucapkan kecuali kepada yang dicintai dan diagungkan.

-  Ikhlas yang berarti bahwa aku murnikan hatiku hanya untuk Mu.

-  Mendekat yang berarti bahwa aku selalu mendekat dan semakin mendekat kepada Mu.

Dalam lafadz talbiyah ini ada komitmen mentauhidkan Allah SWT. dalam setiap ibadah dan amal yang kita lakukan karena tauhid inilah asas dan pokok dari ajaran agama ini. Dan di antara hal penting yang ingin ditanamkan Allah SWT. melalui ibadah haji ini kepada setiap orang yang diberikan nikmat dapat memenuhi panggilan ke Baitullah adalah perkara mentauhidkan Allah SWT. dan menjauhi segala bentuk kesyirikan.

عَنْ عَبْدِ الله بنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اسْتَوَتْ بِهِ رَاحِلَتُهُ ، قَائِمَةً عِنْدَ مَسْجِدِ ذِي الْحُلَيْفَةِ أَهَلَّ ، فَقَالَ : ” لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ ، لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ ، لَا شَرِيكَ لَكَ

Abdullah bin Umar ra. meriwayatkan bahwa ketika tunggangan Rasulullah SAW. berdiri tegak di masjid Dzul Hulaifah, maka beliau mengucapkan talbiyah, (yang artinya) ‘Aku memenuhi panggilan Mu ya Allah, Aku memenuhi panggilan Mu, Aku memenuhi panggilan Mu. Tiada sekutu bagiMu. Sesungguhnya  segala pujian, kenikmatan dan kerajaan adalah milikMu. Tiada sekutu bagiMu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Talbiyah yang merupakan syiar ibadah haji ini merupakan penegasan tauhid seseorang bahwa tidak ada sesuatu pun yang berhak untuk disembah dan beribadah untuknya kecuali Allah SWT.

Dalam lafadz talbiyah ini juga ada pengakuan akan segala nikmat Allah SWT. sehingga segala pujian hanya patut kita haturkan kepada-Nya atas segala nikmat-Nya. Dan juga pengakuan bahwa segala kekuasaan dan kerajaan sesungguhnya adalah milik Allah sehingga segala bentuk kekuasaan dan kerajaan selainnya bukanlah kekuasaan dan kerajaan sesungguhnya.

Wallahu a’lam bish shawab..