Dasar-dasar Ilmu Kewarisan Sep11

Tags

Related Posts

Share This

Dasar-dasar Ilmu Kewarisan

 

dasar warisA. Rukun Kewarisan

Rukun waris adalah sesuatu yang harus ada untuk mewujudkan bagian harta waris di mana bagian harta waris tidak akan ditemukan bila tidak ada rukunnya, dan jika salah satu rukun itu tidak ada maka proses waris-mewarisi tidak akan terjadi. Rukun kewarisan yaitu;

1. Pewaris; adalah orang yang meninggal dunia, baik secara hakiki atau hukmi. Secara hakiki maksudnya, hilangnya nyawa seseorang dengan sewajarnya atau karena sakit. Sedangkan seacara hukmi maksudnya, suatu kematian yang dinyatakan oleh keputusan hakim.

2. Ahli waris; adalah orang hidup yang ditinggalkan oleh pewaris dan ada hubungan yang menyebabkan adanya kewarisan, seperti : pernikahan, nasab (hubungan darah) dan wala’ (pembebasan budak).

3. Harta waris. Kepemilikan harta warisan yang dimiliki oleh pewaris harus melalui proses penilaian harta ( Appraisal ) dan kesaksian yang adil, untuk menghindari klaim dari pihak lain.

B. Syarat Kewarisan

Syarat secara bahasa adalah tanda, sedangkan secara istilah adalah sesuatu yang karena ketiadaanya, tidak akan ada hukum. adapun syarat kewarisan adalah:

1. Meninggalnya pewaris;

Baik secara hakiki (wajar) hukmyi (atas dasar putusan hakim, seperti; orang yang hilang) atau taqdiri, yaitu; suatu kematian yang semata-mata berdasarkan dugaan yang kuat.

2. Hidupnya ahli waris

Walaupun hidupnya hanya sekejap, maka ia berhak mendapatkan  warisan dari pewarisnya.

Meninggalnya pewaris atau hidupnya ahli waris harus melalui pengujian    dan kesaksian yang adil

3. Mengetahui sebab kewarisan antara pewaris dan ahli waris

 

 

C.Sebab Kewarisan

1. Pernikahan yang sah, menyebabkan suami atau istri dapat saling mewarisi selama akadnya sah walaupun belum terjadi  atau berkhalwat

2. Adanya hubungan nasab antara ahli waris dan pewaris yang disebabkan oleh kelahiran.

3. Wala’ berarti tetapnya hukum syara’ karena membebaskan budak

Analogi wala’ dengan kerabat senasab, bisa difahami dengan melihat bahwa seorang tuan yang membebaskan budaknya dari belenggu kepemilikan – yang disamakan dengan binatang-  menjadi orang yang merdeka, sama artinya dengan ’melahirkan’ , yang menjadi penyebab keluarnya seorang bayi.

Yang dapat mewarisi dengan sebab wala’ adalah pemilik budak laki-laki dan perempuan yang telah melangsungkan pembebasan. Sebab wala’ hanya dapat mewarisi dan tidak dapat diwarisi.

 

D. Penggugur Kewarisan

Penghalang kewarisan adalah tindakan atau hal-hal yang dapat menggugurkan hak seseorang untuk mewarisi harta peninggalan pewaris, setelah adanya sebab-sebab mewarisi .

Ahli waris yang telah melakukan tindakan-tindakan yang dapat menggugurkan kelayakan mewarisi diharamkan mendapat harta warisan, keberadaannya bagaikan tidak ada, dan dia tidak dapat menghalangi ahli waris yang lainnya, baik secara hirman  ’ tidak dapat warisan sama sekali ’, atau secara nuqshan ’ pengurangan bagian ’ .

adapun penggugur kewarisan adalah:

1. Pembunuhan

2. Beda agama

3. Perbudakan

 

bersambung….