Bagaimana cara berhaji lebih dari sekali? Sep22

Tags

Related Posts

Share This

Bagaimana cara berhaji lebih dari sekali?

haji_

ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﺟﻌﻞ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺍﻟﺤﺮﺍﻡ ﻣﺜﺎﺑﺔ ﻟﻠﻨﺎﺱ ﻭﺃﻣﻨﺎ ، ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﻣﻦ ﻭﺍﻻﻩ ، ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ :

AQL Islamic Center – Segala puji bagi Allah yang menjadikan menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah, keluarganya, para shahabatnya, dan orang yang mengikuti ajarannya. Amma ba’du :

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menganjurkan untuk memperbanyak melakukan ibadah haji dan umrah dan mendekatkan antara waktu keduanya, karena keduanya dapat menghapuskan dosa-dosa, menambahkan kebaikan-kebaikan, dan mengangkat derajat para pelakunya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ دُونَ الْجَنَّةِ

“Dekatkanlah waktu antara haji dan umrah, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, An-Nasai)

Dan ibadah haji sendiri hanya dilaksanakan kecuali hanya sekali, dan tidak mungkin seluruh hamba Allah akan mendatangi Baitullah dalam setiap tahunnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan keluasan kepada hamba-hamba-Nya dengan memberikan pahala haji dan umrah untuk beberapa amal shalih yang sangat mungkin untuk dilakukan oleh setiap hamba-hamba-Nya. Hal ini merupakan suatu anugerah yang diberikan Allah kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan Dia Maha Pemberi Karunia yang nyata.

Di antara amal-amal shaleh tersebut adalah sebagai berikut :

1. Menghajikan orang lain dengan hartamu

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا، أَوْ جَهَّزَ حَاجًّا، أَوْ خَلَفَهُ فِي أَهْلِهِ، أَوْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أُجُورِهِمْ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ

“Barangsiapa mempersiapkan orang yang berperang, atau mempersiapkan orang yang berhaji, atau menggantikannya mengurus keluarganya, atau memberi makan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal dengan mereka dengan tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.”(Shahiih Ibnu Khuzaimah)

Banyak sekali orang yang ingin untuk berhaji, akan tetapi tidak memilki finansial yang mencukupi untuk mengerjakan ibadah haji di Baitullah. Dan berapa banyak pahala orang yang memberangkan orang untuk melakukan ibadah haji dari hartanya sendiri.

2. Shalat Isyraq

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- « مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- « تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ ». (رواه الترمذي  وَقَالَ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيْب)

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barang siapa shalat subuh dengan berjamaah kemudian duduk berzikir kepada Allah sampai terbitnya matahari, lalu sholat dua rekaat, maka baginya mendapatkan seperti pahala umroh dan haji.”  Ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,  “Sempurna, sempurna, sempurna.” (Tirmidzi, ia berkata : hadis hasan gharib).

Barangsiapa yang duduk di masjid hingga terbit matahari dan mengisinya dengan berdzikir kepada Allah, lalu melaksanakan shalat dua rakaat maka dia telah mendapatkan pahala seperti yang disebutkan hadits di atas, dan dia dapat melaksanakan hal tersebut setiap hari.

Seandainya hanya bisa mengerjakannya pada saat weekend maka dia dapat pahala tersebut delapan kali di setiap bulannya. Sedang di setiap tahunnya dia dapat pahala 69 haji dan umrah. Seandainya dia konsisten melakukannya dalam waktu 10 tahun maka dia dapat pahala 690 haji dan umrah. Sungguh sangat besar karunia yang Allah limpahkan kepada hamba-hamba-Nya.

3. Menghadiri majlis ilmu

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُرِيدُ إِلَّا لِيَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ كَانَ لَهُ أَجْرُ مُعْتَمِرٍ تَامِّ الْعُمْرَةِ، فَمَنْ رَاحَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُرِيدُ إِلَّا لِيَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ فَلَهُ أَجْرُ حَاجٍّ تَامِّ الْحِجَّةِ

Barangsiapa yang berangkat ke masjid di pagi hari, tidak memiliki tujuan apapun selain untuk belajar agama atau mengajarkannya, maka dia mendapatkan pahala orang yang melakukan umrah sempurna umrahnya. Dan siapa yang berangkat ke masjid sore hari, tidak memiliki tujuan apapun selain untuk belajar agama atau mengajarkannya, maka dia mendapatkan pahala orang yang berhaji sempurna hajinya. (HR. Hakim 311 dan dinilai oleh ad-Dzahabi: Sesuai syarat Bukhari. Hadis ini juga dinilai shahih oleh Imam al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib, no. 86).

Dimanakah orang-orang pemberi nasehat dan para dai yang ingin mendapatkan pahala tersebut? Dimanakah para pencari ilmu yang ingin mendapatkan pahala tersebut?

Seandainya para dai dan penuntut ilmu melakukannya lima kali dalam sepekan maka dia mendapatkan pahala lima kali berhaji. Kalau sebulan dilakukan 20 kali, maka dia mendapatkan pahala 20 haji dalam sebulan. Kalau melakasanakan 5 kali sepekan maka dalam setahun dia mendapatkan pahala 240 haji.

Dan berapakah pahala haji yang diperoleh bagi orang yang melakukannya setiap hari? Dia seperti berhaji setiap hari. Dan berapakah pahala haji yang diperoleh bagi orang yang melakukannya lebih dari sekali di setiap harinya?

Kalau dilakukan setiap hari dan konsisten dilakukannya selama 10 tahun maka dia mendapatkan pahala 3650 haji yang sempurna.

4. Umrah di bulan Ramadhan

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ تَقْضِي حَجَّةً مَعِي

Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan setara dengan haji bersamaku. (HR. al-Bukhari)

فَإِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِى فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً

Dan jika bulan Ramadhan tiba, maka berumrahlah. Sesungguhnya umrah pada bulan tersebut setara dengan haji. (HR. Muslim).

5. Shalat fardhu di masjid

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ مَشَى إِلَى صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ وَهُوَ مُتَطَهِّرٌ كَانَ لَهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ وَمَنْ مَشَى إِلَى سُبْحَةِ الضُّحَى كَانَ لَهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ وَصَلَاةٌ عَلَى إِثْرِ صَلَاةٍ لَا لَغْوَ بَيْنَهُمَا كِتَابٌ فِي عِلِّيِّينَ

Dari Abi Umamah, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa yang berjalan untuk melaksanakan shalat fardhu, dan dia dalam keadaan sudah bersuci maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berhaji yang berihram. Dan barangsiapa yang jalan untuk melaksanakan shalat dhuha maka dia mendapatkan pahala umrah. Dan shalat setelah melaksanakan shalat yang di antara keduanya dia tidak melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat, maka akan tercatat amalnya di ‘Illiyyiin. (HR. Ahmad)

Shalat fardhu yang dilakukan di masjid yang dalam seharinya dilaksanakan sebanyak 5 kali maka akan mendapatkan pahala 5 kali haji. Dan jika dilakukan secara konsisten dalam setahun maka dia mendapat 1800 haji, dalam 10 tahun mendapatkan pahala 18000 haji, dan dalam 30 tahun mendapatkan pahal sebanyak 54000 haji. Lalu dimanakah pahala orang yang menyia-nyiakan shalat berjamaah di masjid?

Dalam setahun seseorang bisa mendapatkan pahala 1800 haji. Bagaimana dengan pahala-pahala yang didapatkany dari amal-amal shalih yang lain. Orang yang sangat rugi dan terhalang mendapatkan pahala tersebut adalah orang yang kemaksiatannya menghalangi dirinya untuk pergi ke mesjid. Laa hawla wa laa quwwata illa billahi.

6. Shalat di masjid Quba’

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

ﻣﻦ ﺗﻄﻬﺮ ﻓﻲ ﺑﻴﺘﻪ ﺛﻢ ﺃﺗﻰ ﻣﺴﺠﺪ ﻗﺒﺎﺀ ﻓﺼﻠﻰ ﻓﻴﻪ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﻛﺄﺟﺮ ﻋﻤﺮﺓ

Barangsiapa yang bersuci di rumahnya, lalu di datang ke masjid Quba’ dan shalat di dalamnya, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala berumrah. (HR. Ibnu Majah)

Mari kita berlomba-lomba meraih hal-hal yang menyebabkan kita masuk surga dengan melaksanakan amal shalih di dunia.