Membaca surat al-Sajdah setiap sholat subuh hari Jum’at Sep22

Tags

Related Posts

Share This

Membaca surat al-Sajdah setiap sholat subuh hari Jum’at

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr. wb,

Ustadz, apakah hukumnya membaca surat al-Sajdah pada rakaat pertama dalam sholat subuh setiap hari Jum’at? Soalnya di Masjid dekat rumah saya, imam masjid selalu membaca surat itu setiap sholat subuh pada hari Jum’at. Bahkan para jama’ah biasa menyebut sholat subuh itu dengan sebutan sholat sajdah. Mohon penjelasannya ustadz.

Hamba Allah.

Jawab:

Memang termasuk sunnah Nabi SAW. dan selalu beliau lakukan pada waktu sholat subuh setiap hari Jum’at adalah membaca surat al-Sajdah pada rakaat pertama dan surat al-Insan pada rakaat kedua, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits-hadits Nabi berikut:

 عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كَانَ يَقْرَأُ فِي الصُّبْحِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِ الم تَنْزِيلُ فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى ، وَفِي الثَّانِيَةِ هَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا

Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Nabi SAW. biasa membaca pada shalat Shubuh di hari Jum’at dengan (الم تَنْزِيلُ) (surat al-Sajdah)pada rakaat pertama. Sedangkan pada rakaat kedua ( هَلْ أَتَى عَلَى الإِنْسَانِ حِينٌ مِنْ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا ) (surat Al-Insan). (HR. Bukhari dan Muslim, ini lafadz Muslim).

Dalam riwayat muslim yang lain disebutkan:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كَانَ يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةِ وَهَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ ، وَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الْجُمُعَةِ سُورَةَ الْجُمُعَةِ ، وَالْمُنَافِقِينَ

Ibnu Abbas ra. meriwayatkan bahwa Nabi SAW. biasanya membaca (الم تَنْزِيلُ) surat al-Sajdah dan ( هَلْ أَتَى عَلَى الإِنْسَانِ حِينٌ مِنْ الدَّهْرِ) Surat al-Insan pada waktu sholat subuh di hari Jum’at, sedangkan pada waktu sholat Jum’at beliau SAW. membaca surat al-Jumu’ah dan al-Munafiqun. (HR. Muslim).

Dalam riwayat Thabrani dari Ibnu Mas’ud dijelaskan bahwa Nabi SAW. selalu melakukan hal itu:

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ كَانَ ” يَقُولُ فِي صَلاةِ الصُّبْحِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ : ألم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ ، وَ هَلْ أَتَى عَلَى الإِنْسَانِ . يُدِيمُ ذَلِكَ

Ibnu Mas’ud meriwayatkan bahwa Nabi SAW. biasanya membaca (الم تَنْزِيلُ) surat al-Sajdah dan (هَلْ أَتَى عَلَى الإِنْسَانِ ) Surat al-Insan pada waktu sholat subuh di hari Jum’at , dan selalu melakukan hal itu. (HR. Thabrani).

Adapun hikmah kenapa Nabi SAW. selalu membaca kedua surat ini, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari dan Ibnu Taimiyyah dalam Majmu’ fatawanya karena kedua surat ini mengandung berita tentang penciptaan Adam AS. dan keadaan serta kejadian hari kiamat yang semuanya terjadi pada hari Jum’at, sehingga dengan membacanya mengingatkan kita akan apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi.

Jadi maksud dari membaca surat al-Sajdah itu bukanlah karena ingin mendapatkan sujud tilawah karena adanya ayat sajdah dalam surat itu, tetapi untuk mengingatkan jamaah yang sholat akan makna-makna yang terkandung dalam kedua surat itu.

Oleh karena itu sebagian ulama berpendapat bahwa jika ditakutkan orang awam akan mengira bahwa membaca kedua surat itu dalam sholat subuh setiap Jum’at adalah suatu hal yang wajib, maka hendaknya imam sesekali meninggalkan membaca kedua surat itu dan membaca surat lainnya.

Dan harus dipahami juga bahwa yang disunnahkan adalah membaca surat al-Sajdah di rakaat pertama dan surat al-Insan di rakaat kedua, sedang sujud tilawahnya hanyalah karena adanya ayat sajdah dalam surat itu, bukan sujud itu yang menjadi tujuannya. Karena itu tidak disunnahkan membaca surat-surat lain yang ada ayat sajdahnya.

Ibnu al-Qayyim dalam kitab Zad al-ma’adnya menjelaskan bahwa sebagian orang yang tidak berilmu menganggap bahwa yang dimaksudkan itu adalah mengkhususkan sholat subuh pada hari Jum’at ini dengan sujud tambahan yang mereka namakan dengan sujud hari Jum’at, dan jika tidak membaca surat ini maka disunnahkan untuk membaca surat lain yang ada ayat sajdahnya.

Berdasarkan itu maka sholat subuh pada hari Jum’at yang dibacakan surat al-Sajdah pada rakaat pertamanya dan surat al-Insan pada rakaat keduanya tetaplah sholat subuh. Dan jika imam tidak membaca kedua surat itu pun sholat subuhnya tetap sah karena hukum membaca kedua surat itu adalah sunnah. Oleh karena itu, handaknya tidak mempermasalahkan orang atau imam yang tidak membacanya.

Wallahu a’lam bish shawab..