Sunnah tidak memotong rambut dan kuku bagi yang berqurban Sep24

Tags

Related Posts

Share This

Sunnah tidak memotong rambut dan kuku bagi yang berqurban

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr. wb,

Ustadz, apa betul bagi orang yang berkurban disunnahkan untuk tidak mencukur rambut dan memotong kuku? Apakah itu hanya berlaku untuk yang berkurban atau juga untuk seluruh keluarganya jika ia niat berkurban untuk keluarganya? Mohon penjelasannya ustadz.

Hamba Allah.

Jawaban:

Wa’alaikumsalam wr. wb,

Memang benar ada larangan bagi yang akan berkurban, maksudnya bagi yang akan menyembelih kurban, untuk memotong kuku dan rambutnya dari semenjak awal Dzulhijjah sampai ia menyembelih kurbannya. Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan dari Ummu Salamah ra. dalam berbagai bunyi riwayat. Di antaranya adalah:

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ ، أَنَّ ّالنَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” إِذَا رَأَيْتُمْ هِلَالَ ذِي الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ ، فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ

 Dari Ummu Salamah bahwasanya Nabi saw. bersabda: “Jika kalian telah menyaksikan hilal Dzul Hijah dan seseorang dari kalian ingin berkurban, maka hendaklah dia membiarkan (artinya tidak memotong) rambut dan kukunya. (HR. Muslim)

Dalam lafazh yang lain disebutkan:

 عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ ، فَلَا يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا

 Dari Ummu Salamah bahwasanya Nabi saw. bersabda: Apabila masuk 10 hari pertama Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian hendak menyembelih kurban maka janganlah dia mengambil (memotong) rambut dan kulitnya sedikitpun. (HR. Muslim).

Dalam riwayat yang lain juga disebutkan:

مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ ، فَإِذَا أُهِلَّ هِلَالُ ذِي الْحِجَّةِ ، فَلَا يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلَا مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّيَ

Siapa saja yang ingin berqurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijah (1 Dzulhijah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berkurban. (HR. Muslim, Abu Daud dan al-Nasa`i).

Berdasarkan hadits-hadits di atas, maka disunnahkan bagi yang ingin berkurban untuk tidak memotong rambut dan kukunya dari semenjak awal Dzulhijjah sampai ia selesai menyembelih kurbannya. Jadi yang disunnahkan adalah tidak memotong rambut dan kuku orang yang ingin berkurban bukan tidak memotong rambut dan kuku binatang yang ingin disembelih untuk kurban tersebut.

Hukum disunnahkan ini adalah menurut mazhab Syafi’i berdasarkan riwayat Aisyah yang menjelaskan bahwa ketika Nabi SAW. berqurban Beliau tidak mengharamkan atas dirinya apa yang diharamkan bagi orang sedang berihram.

عن عَمْرَةَ بِنْتِ عَبدِ الرَّحْمَنِ ، أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ، قَالَتْ : ” كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُهْدِي مِنْ الْمَدِينَةِ فَأَفْتِلُ قَلَائِدَ هَدْيِهِ ، ثُمَّ لَا يَجْتَنِبُ شَيْئًا مِمَّا يَجْتَنِبُهُ الْمُحْرِمُ

‘Amrah binti Abdurrahman meriwayatkan bahwa Aisyah berkata, “Adalah Rasulullah SAW. membawa hewan qurbannya dari Madinah lalu aku mengikatkan kalung pada hewan qurban Beliau, kemudian Beliau tidak menjauhi sesuatu apa-apa yang harus diijauhi oleh orang yang berihram”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Jadi menurut mazhab Syafi’i makruh hukumnya bagi yang berqurban untuk memotong rambut dan kukunya. Sedangkan Imam Ahmad, Rabi’ah dan Sa’id bin al-Musayyab berpendapat bahwa hukumnya adalah haram berdasarkan hadits-hadits dari Ummu Salamah di atas. Dan Imam Abu Hanifah dan Imam Malik mengatakan tidak makruh.

Demi untuk kehati-hatian dan agar keluar dari perbedaan pendapat para ulama, maka hendaknya orang yang berqurban tidak mengambil apapun dari rambut dan kukunya sampai hewan qurban disembelih.

Tetapi harus dipahami bahwa hal itu tidaklah membatalkan qurban jika dilakukan. Dan jika dibutuhkan untuk mengambilnya maka boleh mengambilnya seperti kukunya patah dan itu menyakitkannya maka ia boleh memotongnya.  atau mengurangi rambut yang menghalangi matanya lalu ia menghilangkannya atau ia memotongnya untuk mengobati luka maka tidak apa-apa.

Bagi yang berniat untuk berkurban setelah masuk bulannya Dzulhijjah seperti tanggal 2, 3, atau 4 Dzulhijjah maka hendaklah dia tidak memotong rambut dan kukunya semenjak dia berniat untuk berkurban tersebut.

Dan larangan untuk memotong rambut dan kuku ini hanya berlaku bagi yang ingin berkurban, tidak untuk anggota keluarganya yang ia niatkan pahalanya untuk mereka semua, dan tidak juga untuk orang yang diwakilkan untuk melaksanakan qurban tersebut.

Wallahu a’lam bisshowab..