Tags

Related Posts

Share This

Erdogan Salahkan PBB & Tolak Duduk Bersama As-Sisi

erdoganAQL Islamic Center — Al-Amat Online melaporkan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengkritik organisasi Pesatuan Bangsa-Bangsa (PBB) karena telah memberi legtimasi kepada pemerintahan “haram” Mesir, dan mendukung pemimpin kerajaan tidak sah Mesir, Abdul Fatah As-Sisi.

Pernyataan lantang  ini dilontarkan Erdogan saat berbicara dalam forum resmi pertemuan anggota negara-negara PBB di Amerika Serikat, 25 September 2014 lalu.

Sementara itu, Kantor Berita Ankara melaporkan beberapa media nasional Turki, Sabtu (27/9/2014) memuat berita penolakan Presiden Erdogan duduk semeja makan dengan para pelaku kudeta militer di Mesir. “Saya tidak akan duduk semeja makan dengan para pelaku kudeta,” tegas Erdogan.

Peristiwa itu terjadi pada acara undangan makan malam yang diadakan oleh sekjen PBB, Ban Ki Moon, Kamis (24/9) lalu.

Peristiwa itu terjadi saat Erdogan mengetahui dirinya akan ditempatkan semeja makan dengan As-Sisi berserta beberapa pemimpin negara lainnya seperti Barack Obama dan Philip II. Erdogan pun segera meninggalkan ruangan acara tersebut dan mengatakan, “Saya tidak akan duduk semeja makan dengan para pelaku kudeta,” katanya tegas.

Seperti diketahui dunia internasional, Presiden terpilih Mesir, Mohammed Morsi yang dipilih melalaui pemilihan umum langsung secara demokratis, telah dijatuhkan melalaui kudeta militer pimpinan As-Sisi, dan PBB masih memilih untuk mendukung gerakan kudeta militer tersebut.

Karena itu, di hadapan pemimpin dunia yang lain, Erdogan dengan tegas berkata, “Kita harus menghormati pilihan rakyat di kotak suara. Jika kita ingin mendukung kudeta, lalu mengapa PBB bahkan ada?!”

Erdogan menyalahkan PBB, karena menurutnya, organisasi bangsa-bangsa itu terlalu sedikit berperan dalam mengambil langkah untuk menyelesaikan isu-isu besar antarabangsa dunia. Sementara Turki telah berusaha lebih dari upaya yang dilakukan PBB, tanpa melihat bentuk kerjasama yang sepatut dilakukan.

Berkenaan dengan isu Syria, jelas Erdogan, Turki berkorban dengan mengambil lebih dari sejuta pelarian Syria, dan juga menambah 140,000 pelarian Syria dari Kurdish pada minggu lalu.

“Di balik pengorbanan yang kami lakukan sebagai tanda dukungan, kami masih belum juga menerima bantuan dari komunitas antarabangsa,” tegas Erdogan yakin.

Erdogan juga menyalahkan PBB karena kegagalan demi kegagalan yang dibuat PBB saat keadaan sedang membutuhkannya. Ia memberi contoh pada perististiwa yang sedang terjadi di Syria, dimana pemerintah negara itu telah membunuh lebih 200.000 orang. Begitu pula dengan yang baru saja terjadi di Palestina, dimana penjajah Israel telah membunuh lebih dari  2.000 penduduk sipil.

Pemimpin Turki itu menggugah para pemimpin dunia yang lain. “PBB sebagai sebuah organisasi antarabangsa, sudah sepatutnya lebih berani dalam mengetengahkan permasalahan dunia,” tandasnya.

Tidak cukup dengan itu, Erdogan juga menyalahkan lima negara besar yang menguasai organisasi antarabangsa ini, yang menghalangi negera-negara lain untie saling membantu. Lantas ia berkata lagi, “dunia lebih besar dari lima negara besar,” katanya seraya mengisyaratkan kepada lima negara yang menguasai Dewan keamanan PBB, yang membuat PBB berjalan tidak efektif.

Sumber: Aqsa Sharif & Ankara | Editor: Abu Lanang