Hak waris anak perempuan (bagian 2) Oct08

Tags

Related Posts

Share This

Hak waris anak perempuan (bagian 2)

Pertanyaan:

Ustadz, berapakah bagian untuk anak perempuan jika bersama dengan anak laki-laki? Apakah tetap mendapatkan ½ atau 2/3? Dan kapankah anak perempuan dapat menghijab/menghalangi ahli waris yang lain?

Hamba Allah

Jawaban:

Pada tulisan sebelumnya, kita telah membahas hak waris anak perempuan jika ia tidak bersama mu’ashibnya (anak laki-laki), yaitu bagian anak perempuan adalah ½ jika sendirian dan 2/3 jika dua orang atau lebih.

Tapi jika pewaris meninggalkan anak laki-laki dan anak perempuan maka anak perempuan tersebut tidak mengambil bagian ½ atau 2/3 akan tetapi ia bersama mua’shibnya mendapatkan ‘ashabah bilghair. Dimana, bagian anak laki-laki dua kali lipat dari anak perempuan.

Allah swt berfirman: “Allah mensyari’atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan” (QS. An-Nisa [4]: 11).

Contoh: Seorang muslim wafat meninggalkan dua anak laki-laki dan tiga anak perempuan.

Ahli waris 7* Keterangan
Anak lk (2 bagian) 2 2/ 7 x harta waris
Anak lk (2 bagian) 2 2/ 7 x harta waris
Anak pr (1 bagian) 1 1/ 7 x harta waris
Anak pr (1 bagian) 1 1/ 7 x harta waris
Anak pr (1 bagian) 1 1/ 7 x harta waris

7* dimabil dari jumlah bagian anak laki-laki dan anak perempuan.

Contoh lain:

Seorang muslim wafat meninggalkan istri, anak laki-laki dan anak perempuan.

Ahli waris Bagain 8 x 3* 24 Keterangan
Istri 1/8 1 3 3/24 x harta waris
Anak lk (2 bagian) ‘ashabahbighair 7 14 14/24 x harta waris
Anak pr (1 bagian) 7 7/24 x harta waris

3* dimabil dari jumlah bagian anak laki-laki dan anak perempuan.

Terakhir, anak perempuan tidak dapat dihijab oleh ahli waris lainnya, tapi ia dapat menghijab yang lain. Diantara ahli waris yang terhijab oleh anak perempuan adalah:

Pertama: Cucu perempuan (dari jalur anak laki-laki) terhijab oleh anak perempuan dalam kondisi jamak (dua orang atau lebih). Dan jika anak perempuan hanya satu orang saja, maka cucu tersebut tidak terhijab.

Contoh:

Ahli waris Bagian
Anak pr 2/3
Anak pr
Cucu pr Terhijab
Paman Sisa

Tapi jika cucu perempuan bersama mua’shibnya (cucu laki-laki), maka jamak dari anak perempuan tidak bisa menghijabnya.

Contoh:

Ahli waris Bagian
Anak pr 2/3
Anak pr
Cucu pr Sisa
Cucu lk
Paman Terhijab

Kedua: Saudara laki-laki atau perempuan seibu terhijab oleh anak perempuan secara mutlak.

Contoh:

Ahli waris Bagian
Anak pr ½
Sdr lk seibu Terhijab
Paman Sisa

Contoh lain:

Ahli waris Bagian
Anak pr 2/3
Anak pr
Sdr pr seibu Terhijab
Paman Sisa

 

Wallahu a’lam bishshawab.