Komunikasi Efisien Ikhwan Akhwat Oct15

Tags

Related Posts

Share This

Komunikasi Efisien Ikhwan Akhwat

ikhwat

AQL Islamic Center – Komunikasi antara ikhwan dan akhwat ada etikanya. Dalam Islam, semua sudah diatur secara terperinci. Namun sekarang, ilmu-ilmu yang mengajarkan tentang etika dasar dalam bergaul ini sudah luntur bahkan menghilang baik di lembaga formal maupun di masyarakat.

Dikutip dari blog ukhtina Yunisari, beliau mengetengahkan beberapa contoh komunikasi yang efisien antara ikhwan dan akhwat, berikut selengkapnya:

Komunikasi yang dilakukan antara ikhwan dan akhwat perlu diefesienkan sedemikan rupa, agar tidak terjadi fitnah yang mungkin bisa terbentuk. Saya akan mengambil contoh sms seorang ikhwan ke akhwat, dalam dua versi dengan topik yang sama, yakni mencocokan waktu untuk rapat.
Versi 1
Ikhwan : Assalamu’alaikum, ukhti. Bagaimana kabarnya? Hasil UAS sudah ada?
Akhwat : Wa’alaikum salam, akhie. Alhamdulillah baik, berkat do’a akhie juga hehehe… UAS belum nih, uhh, deg degan nunggu nilainya, tetep mohon doanya, yah!!
Ikhwan : Iya insya Allah didoakan. Oh ya, ukhti, kira kira kapan yah bisa rapat untuk bahas tentang acara?
Akhwat : Hmhmhm… kapan yah? Akhie bisanya kapan, kalo aku mungkin besok siang dan sore.
Ikhwan : Okay, besok sore aja dech, ba’da ashar di koridor timur masjid, jarkomin akhwat yang lain, yah.
Akhwat : Siap komandan, semoga Allah selalu melindungi antum.
Ikhwan : Sip sip, makasih yah ukhti, GANBATTE!! Wassalamu’alaikum.
Akhwat : Wa’alaikum salam.
Versi 2
Ikhwan : Assalamualaikum, ukh, besok sore bisa rapat acara ditempat biasa? untuk bahas acara.
Akhwat : Afwan, kebetulan ada kuis, gimana kalo besok siang aja?
Ikhwan : Insya Allah boleh, kita rapat besok siang di koridor timur masjid, tolong jarkom akhwat, syukron, wassalamu’alaikum.
Dari dua contoh pesan singkat ini kita bisa melihat bagaimana pola komunikasi yang efektif, efisien dan tetap menjaga batasan syar’i.
Pada versi 1 kita bisa melihat sebuah percapakan singkat via sms antara ikhwan dan akhwat yang bisa dikatakan sedikit “lebai” (baca: berlebihan). Sedangkan pada versi 2 adalah percakapan antara ikhwan dan akhwat yang to the point, tanpa basa basi.
Sebetulnya dalam membuat batasan, tergantung bagaimana seorang individu membiasakan dirinya masing-masing. Memang perlu adanya leader will untuk membangun budaya komunikasi yang efisien dan “secukupnya” sehingga terjadinya kebiasaan syar’i dalam lingkungan dakwah.
Dalam percakapan langsung, seorang ikhwan dan akhwat dilarang melakukan percapakan berdua saja, WALAU DI TEMPAT UMUM. Ketika terjadi percakapan langsung maka seorang akhwat harus meminta mahromnya (pria atau teman wanita sesama jenisnya) untuk menemani. Dengan demikian, diharapkan pembicaraan menjadi terjaga dan meminimalisir dari kekhilafan.
Dengan melakukan pembicaraan yang secukupnya, sesungguhnya dapat lebih membuat pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Karena setiap pembicaraan yang dilakukan tidak ada yang sia sia, semua membahas hal inti dari agenda dakwah yang akan dilakukan.
Interaksi YANG TERJAGA antara ikhwan dan akhwat dalam dakwah ditujukan agar segala aktivitas yang dilakukan tidak keluar dari koridor yang telah disyariatkan. Semoga dengan demikian Allah ridho dan selalu menurunkan pertolonganNya dalam segala bentuk perjuangan dakwah. Allahu Akbar!!!
Sumber:
http://muslimahfathina.co.cc/2011/04/24/komunikasi-ikhwan-dan-akhwat/
yunisari78.blogspot.com/2013/06/etika-komunikasi-ikhwan-dan-akhwat.html