Pendidikan Pra-Baligh Untuk Anak Oct22

Tags

Related Posts

Share This

Pendidikan Pra-Baligh Untuk Anak

irwan

Irwan Rinaldi/Ayah Irwan

AQL Islamic Center – Usia pra-baligh terbagi kedalam 3 bagian. Usia 0-7 tahun, usia  8-10 tahun dan usia 11- 15 tahun. Orang tua harus mengetahui perubahan yang terjadi pada anak baik secara fisik maupun psikologis terutama di usia 8-10 tahun, jika tidak niscaya orang tua akan mengalami kesulitan untuk dekat dengan anak-anak di masa balighnya.

Catatan di atas di kutip dari ceramahnya ustadz Irwan Rinaldi atau yang akrab di panggil dengan sebutan ayah Irwan, pakar parenting, pada kesempatan yang sangat baik di salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di negara ini.

Dan dari sekian panjang uraian beliau, ada satu catatan menarik yang harus digarisbawahi dari ceramah ini. Mendidik atau membentuk anak di usia pra-baligh sama halnya dengan mendidik atau membentuk diri kita sendiri. Mengapa? Karena anak-anak ini belajar secara dominan dari model yang diperankan kedua orang tuanya. Jika orang tua masih memiliki kebiasaan buruk yang ditampilkan pada anak di usia 8-10 tahun, maka anak akan dengan sangat cepat dan mudah untuk menyerapnya.

Contoh kecil, jika seorang ayah/ibu merokok ketika anak-anak berusia 8-10, maka akan ada kemungkinan anak-anak akan merokok ketika mereka baligh karena itulah yang mereka lihat setiap hari dari kedua orang tuanya.

Sebaliknya jika kedua orang tuanya sering membacakan kisah tentang para nabi di usia yang sama, maka anak akan memiliki panduan yang syar’i untuk bekal mereka menjalani hidup di masa balighnya. Karena di usia 8-10 tahun, anak-anak memiliki daya serap yang sangat tinggi dan imaginasi yang luar biasa untuk mempresentasikan cerita/kisah yang bapak/ibunya ceritakan untuk diaplikasikan dalam kehidupan.

Tetapi yang jadi permasalahan sekarang ini adalah banyak orang tua yang tidak memiliki banyak waktu untuk bersama anak-anaknya. Kekosongan ini sangat membahayakan bagi perkembangan fisik dan psikologisnya. Suatu hari ketika mereka baligh mereka akan mencari dan memenuhi kekosongan ini dari lingkungan yang ada dekat dengan mereka.

Ayah Irwan menekankan, pada usai 0-15 tahun atau pra-baligh, jadilah orang pertama yang dilihat dan orang terakhir dilihat ketika hendak tidur. Bukalah hari-hari mereka dengan Allah dan Rasulnya dan tutuplah dengan hal yang sama. Jika ayah tidak bisa selalu melakukannya, setidaknya seorang ibu dapat mendampingi proses penting ini bagi anak setiap harinya. Wallahualam…