Hak Waris Ibu Nov04

Tags

Related Posts

Share This

Hak Waris Ibu

Assalamu’alaikum

Ustadz, saya seorang perempuan belum menikah. Alhamdulillah kehidupan saya sudah mapan, saya tinggal bersama Ibu dan adik laki-laki saya. Ayah kami telah wafat tahun yang lalu. Saya memiliki beberapa asset yang cukup besar. Jika saya wafat, berapakah bagian untuk ibu dan adik laki-laki saya? Saya ingin diselesaikan secara Islam, agar berkah dan menjadi ladang pahala bagian saya. Jazakumullah.

Hamba Allah

Jawaban

Wa’alaikumsalam

Alhamdulillah semoga Allah selalu memberikan taufiq dan hidayah kepada anda dan keluarga. Dan niat baik anda untuk menjalankan syari’at, semoga menjadi pemberat timbangan amal kebaikan. Amin

Allah swt dengan sangat rinci menjelaskan hak seorang ibu dalam kewarisan, Allah berfirman: “…Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam…” (QS. An-Nisa [4]: 11).

Berikut rincian penjelasan ayat:

Kondisi pertama; ibu mendapatkan 1/6 jika pewaris memiliki keturunan. Sesuai dengan firman-Nya diatas: “Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak”.

“Walad” yang dimaksud dalam ayat ini adalah anak pewaris (si mayit) baik laki-laki maupun perempuan. Atau cucu dari jalur anak laki-laki, baik cucu laki-laki maupun cucu perempuan dan seterusnya yang diambil dari jalur laki-laki.

Contoh:

Pewaris meninggalkan ayah, ibu dan anak laki-laki. Maka bagian ayah – ibu masing-masing 1/6, dan sisanya untuk anak laki-laki. Rincianya:

 

 

 

Ahli waris Bagian 6 Keterangan
Ayah 1/6 1 1/6 x harta waris
Ibu 1/6 1 1/6 x harta waris
Anak laki-laki Sisa 4 4/6 x harta waris

Kondisi kedua; ibu mendapatkan 1/3 jika pewaris tidak memiliki keturunan dan tidak ada jamak dari saudara. Firman Allah swt: “jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga;”

Contoh:

Seperti kasus yang ditanyakan, dimana pewaris wafat meninggalkan ibu dan saudara laki-laki kandung (adik pewaris). Maka ibu mendapatkan 1/3, dan saudara laki-laki kandung mendapatkan sisanya. Rinciannya:

Ahli waris Bagian 3 Keterangan
Ibu 1/3 1 1/3 x harta waris
Sdr Lk Kdg Sisa 2 2/3 x harta waris

 

Kondisi ketiga; ibu mendapatkan 1/6 jika pewaris memiliki beberapa saudara (dua atau lebih), meskipun pewaris tidak memiliki keturunan. Sebagaimana firman Allah swt: “jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam”

Saudara yang dimaksud dalam ayat ini adalah semua kategori saudara; bisa saudara kandung atau saudara seayah atau saudara seibu, baik saudara laki-laki maupun saudara perempuan. Dalam jumlah jamak, dua orang atau lebih.

Contoh:

Pewaris meninggalkan ibu, saudara laki-laki kandug dan saudara laki-laki seayah. Maka ibu mendapatkan 1/6, saudara laki-laki kandung mendapatkan sisanya. Dan saudara laki-laki seayah terhijab oleh saudara laki-laki kandung, karena ia lebih dekat dari segi kekerabatan. Rinciannya:

Ahli waris Bagian 6 Keterangan
Ibu 1/6 1 1/6 x harta waris
Sdr Lk Kdg Sisa 5 5/6 x harta waris
Sdr Lk Seayah Terhijab - -

 

Dalam masalah ini, saudara laki-laki seayah dalam kondisi terhijab oleh saudara laki-laki kandung. Tetapi kondisi terhijab ini tetap mempengaruhi bagian ibu menjadi 1/6.

Wallahu a’lam bi shawab