HAK WARIS IBU (BAGIAN 2) Nov10

Tags

Related Posts

Share This

HAK WARIS IBU (BAGIAN 2)

Assalamu’alaikum

Alhamdulillah melalui rubrik konsultasi republika ini saya bisa belajar tentang hukum kewarisan Islam. Ada permasalahan, bagaimana jika pewaris meninggalkan suami, ibu dan ayah. Setahu saya, suami mendapatkan 1/2, ibu mendapatkan 1/3 (karena tidak ada anak) dan sisanya untuk ayah. Setelah saya coba menghitungnya, ternyata bagian ibu dua kali lipat bagian ayah. Bukankah dalam kewarisan berlaku kaidah “bagian laki-laki dua kali lipat bagian perempuan, jika keduanya dalam satu derajat”. Bagaimana solusinya Ustadz? Jazakumullah.

Hamba Allah

Wa’alaikumsalam

Semoga Allah selalu membimbing kita dalam menjalankan ibadah kepada Nya. Pada edisi sebelumnya, kita telah belajar bahwa bagian ibu adalah; pertama 1/3 jika tidak ada keturunan dan tidak ada jamak dari saudara. Kedua; 1/6 jika ada keturunan dan atau ada jamak dari saudara.

Adapun jika pewaris meninggalkan suami/istri, ibu dan ayah saja maka dalam kondisi ini ibu mendapatkan 1/3 sisa setelah bagian suami/istri. Masalah ini disebut “Umariyatain” karena Umar bin Khattab lah yang pertama kali memutuskan dan kemdian disepakati oleh jumhur shahabat. (Al-Wadhih fi Ilmi Al-Warits, Ridha bin ‘Abdul Hamid, Hal 67).

Alasan yang menguatkan adanya masalah umariyatain:

Firman Allah swt: “…jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga…;” (QS. An-Nisa [4]: 11). Ayat ini menjelaskan bahwa ibu mendapatkan bagian 1/3 dalam kondisi pewaris tidak memiliki keturunan dan ahli warisnya hanya ibu dan ayah saja. Namun jika ada ahli waris yang lain, seperti suami atau istri maka ibu mendapatkan 1/3 dari sisa setelah suami atau istri.

Begitu pula sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam ilmu kewarisan bahwa bagian laki-laki dua kali lipat dari bagian perempuan dengan syarat mereka dalam satu derajat. Supaya bagian ayah dua kali lipat dari bagian ibu, maka bagian ibu yang semula 1/3 utuh menjadi 1/3 sisa setelah suami atau istri. (Al-Wadhih fi Ilmi Al-Warits, Ridha bin ‘Abdul Hamid, Hal 68).

Masalah umariyah yang pertama (seperti yang ditanyakan diatas), dimana pewaris meninggalkan suami, ibu dan ayah. Suami mendapatkan 1/2 (karena tidak ada keturunan), ibu mendapatkan 1/3 sisa setelah suami, dan ayah mendapatkan sisa.

Ilustrasi sebelum umariyyah (ibu mendapatkan 1/3 utuh):

Ahli waris Bagian 6 Keterangan
Suami 1/2 3 3/6 x harta waris
Ibu 1/3 2 2/6 x harta waris
Ayah Sisa 1 1/6 x harta waris

Dalam hal ini, ibu mendapatkan dua kali lipat dari bagian ayah.

Ilustrasi setelah umariyyyah (ibu mendapatkan 1/3 sisa setelah suami)

Ahli waris Bagian 6 6 Keterangan
Suami 1/2 3 3 3/6 x harta waris
Ibu 1/3 sisa 3 1* 1/6 x harta waris
Ayah Sisa 2 2/6 x harta waris

*Sisa setelah suami adalah 3 saham, 1/3 x 3 saham = 1 saham.

Masalah umariyah yang kedua, dimana pewaris meninggalkan istri, ibu dan ayah. Istri mendapatkan ¼ (karena tidak ada keturunan), ibu mendapatkan 1/3 sisa setelah istri, dan ayah mendapatkan sisa.

Ilustrasi sebelum umariyyah (ibu mendapatkan 1/3 utuh):

Ahli waris Bagian 12 Keterangan
Istri ¼ 3        3/12 x harta waris
Ibu 1/3 4        4/12 x harta waris
Ayah Sisa 5        5/12 x harta waris

 

Ilustrasi setelah umariyyyah (ibu mendapatkan 1/3 sisa setelah istri)

Ahli waris Bagian 12 12 Keterangan
Istri 1/4 3 3 3/12 x harta waris
Ibu 1/3 sisa 9 3* 3/12 x harta waris
Ayah Sisa 6 6/12 x harta waris

*Sisa setelah istri adalah 9 saham, 1/3 x 9 saham = 3 saham.

Wallahu a’lam bish-shawab