Hak waris nenek (bag 1) Nov19

Tags

Related Posts

Share This

Hak waris nenek (bag 1)

Assalamu’alaikum. Wr wb

Ustadz, saya mohon untuk menjelaskan kasus waris yang saya alami. Saya seorang muslimah (belum berkeluarga), diasuh oleh nenek (ibunya ibu) dari sejak kecil, karena kedua orang tua saya telah wafat. Saya punya kakak saudara laki-laki kandung, yang selalu memperhatikan pendidikan saya. Sekarang saya hidup berkecukupan, memiliki asset dari hasil kerja saya. Jika saya wafat, siapakah yang menjadi ahli waris saya? namun setelah saya telusuri, ternyata nenek dari ayah (ibunya ayah) masih hidup juga. Apakah boleh saya menghibahkan sebagian harta saya (sepertiganya) kepada nenek yang telah mengasuh saya sebagai balasan atas kebaikannya dalam membesarkan saya?. jazakumullah…

Hamba Allah

Wa’alaikumsalam. Wr wb

Alhamdulillah, semoga Allah selalu membimbing kita dalam menjalankan ibadah kepada-Nya.

Berbicara tentang hak waris nenek, baik nenek dari jalur ibu (ibunya ibu) atau nenek dari jalur ayah (ibunya ayah), kita harus membedakan terlebih dahulu antara nenek yang berhak menjadi ahli waris (disebut; nenek shahihah) dan nenek yang termasuk golongan dzawil arham (disebut; nenek fasidah).

Langkah pertama, kita harus faham dalam membedakan kakek shahih dan kakek fasid.

  • Kakek shahih adalah kakek yang dalam garis nasabnya ke si mayit, tidak diselingi oleh perempuan.
  • Sedangkan kakek fasid adalah kakek yang dalam garis nasabnya ke si mayit, diselingi oleh perempuan.
  • Patokannya, apakah diselingi perempuan atau tidak.

Langkah kedua, setelah kita memahami perbedaan kakek shahih dan kakek fasid, maka kita akan faham perbedaan antara nenek shahihah dan nenek fasidah.

  • Nenek shahihah adalah nenek yang dalam garis nasabnya ke si mayit, tidak diselingi oleh kakek fasid.
  • Sedangkan nenek fasidah adalah nenek yang dalam garis nasabnya ke si mayit, diselingi oleh kakek fasid.
  • Patokannya, apakah diselingi oleh kakek fasid atau tidak.

Dari kasus diatas, pewaris wafat meninggalkan dua nenek (nenek dari jalur ibu, nenek dari jalur ayah) dan saudara laki-laki kandung.

Kedua nenek mendapatakan 1/6 (untuk berdua), sebagaiamana keputusan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallah ‘anhu , yang artinya:

Qabishah Bin Dzu’aib berkata: Seorang Nenek mendatangi Abu Bakar r.a, menanyakan tentang hak warisnya. Lalu Abu Bakar menjawabnya, “Kamu tidak mempunyai hak sedikit pun dari Kitab Allah dan aku tidak mengetahui sedikit pun bagianmu dari harta waris di dalam sunah Nabi Saw.. Oleh karena itu, kembalilah sampai aku menanyakan hal ini kepada seseorang. Lalu Abu Bakar bertanya kepada Al Mughirah Bin Syu’bah, yang kemidian dijawab olehnya, “Aku pernah mengetahui Rasulullah Saw memberikan warisan kepada seorang nenek sebanyak seperenam bagian. Abu Bakar bertanya lagi kepada Al-Mughirah, “Apakah ada orang lain yang   bersamamu ketika itu? Kemidian Muhamad Bin Maslamah Al– Anshari berdiri seraya berkomentar seperti apa yang telah di ucapkan oleh mughirah. Setelah itu, Abu Bakar memberikan Warisan seperenam kepada nenek. Kemudian datanglah Nenek Nenek yang lain kepada Umar menanyakan perihal warisanya. Umar menjawab, “kamu tidak mempunyai sedikitpun di dalam kitab Allah dan tidak ada ketentuan yang dapat dipergunakan untuk menetapkanya, melainkan untuk selain kamu. Akan tetapi, hanya bersama sama, maka seperenam itulah bagian kalian berdua dan siapa saja diantara kamu berdua dalam mewarisi, maka bagian seperenam itu juga untuknya.

(HR. Al– Khamsah, kecuali An-nasa’i. Hadist ini disahihkan oleh At-Tirmidzi.)

Sedangkan sisanya diberikan kepada saudara laki-laki kandung, sebagaimana firman Allah swt, yang artinya:

“…Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nisa [4]: 176).

Penyelesaian secara rinci:

Ahli waris Bagian 6 x 2* 12 Keterangan
Nenk jalur ibu 1/6 1 1 1/12 x Harta waris
Nenek jalur ayah 1 1/12 x Harta waris
Sdr lk kdg Sisa 5 10 10/12 x Harta waris

2* diambil dari jumlah nenek

Adapun mengenai hibah (sebesar sepertiga) kepada nenek yang mengasuh, maka tidak apa-apa.

Wallah a’lam bish-shawab