HARI NATAL Dec17

Tags

Related Posts

Share This

HARI NATAL

hari natalAQL Islamic Center – Menjelang hari Natal, selau ada oknum, “ulama”, tokoh yang berfatwa sesat akan bolehnya mengucapkan hari Natal kepada umat Kristiani, dengan alasan toleransi, persatuan, dan HAM. Bahkan ada yang mempelintir ayat Al-Qur’an untuk membenarkan perkataannya atas dasar hawa nafsu. Ayat berikut ini selalu dijadikan alasan atas bolehnya mengucapkan selamat Natal. Na’uzdzu billah min dzalik

Allah swt. Berfirman:

وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

Artinya: “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. (QS. Maryam: 33)

Entah dari tafsir mana ia mengambil dasar itu. Padahal Al-Masih yang dimaksudkan Al-Qur’an dengan Yesus yang saat ini di Tuhankan oleh umat Kristiani sangatlah berbeda. Apakah sama oknum yang bernama Yesus dan al-Masih dalam ayat ini? Kita tidak memingkiri kebenaran ayat ini, tapi mereka mempelintirnya untuk membenarkan hawa nafsunya.

Padahal orang-orang Bani Israil saja tidak mengenal yang namanya hari Natal tanggal 25 Desember itu. Itu hanya kebiasaan kaum Paganis Eropa. Orang-orang Bani Israil Palestina, orang-orang Arab Nasrani daulu juga tidak mengenal yang namanya natalan itu. Namun kenapa ia mengatakan hal itu? Apakah menutup mata dengan kenyataan? Wallahu A’lam

Karenanya, sampai kapan pun, keharaman mengucapkan Selamat Natal bagi umat Islam tidak akan pernah terhapuskan. Sebab hal ini berkaitan dengan kemurnian Aqidah kita. Oleh sebab itu, sebagai umat Islam, kita harus selalu waspada dengan musuh-musuh Islam yang senantiasa mencari celah untuk menghancurkan agama kita. Inilah zaman liberal, zaman ketika akal telah dijadikan sebagai dalil. Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah

 

Allah swt berfirman:

وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Artinya: “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (QS. Al-Baqarah: 120)

Rasulullah saw telah mewariskan untuk kita kitaabullah dan sunnahnya supaya kita berpegang teguh kepada keduanya dan tidak tersesat selama-lamanya.

> Abu Faqih