Keutamaan Qiyamullail Dec23

Tags

Related Posts

Share This

Keutamaan Qiyamullail

tahajjudAQL Islamic Center – Allah swt berfirman;

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

Artinya: “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”. (QS. Al-Isra’: 79)

Ayat tersebut berisi perintah kepada nabi Muhammad saw untuk qiyamullail disamping shalat fardhu. Hukum wajib qiyamullail khusus untuk  nabi, tidak untuk umat beliau. Kekhususan untuk beliau ini dianjurkan agar beliau menempati Al maqaamul mahmuud ditempatinya dihari kiamat kelak. Maka Al-Khaliq tabaraka wata’ala pun memuji beliau, juga seluruh makhluk-Nya.

Al maqaamul mahmuud adalah tempat Rasulullah saw kelak dihari kiamat untuk memberi syafaat kepada manusia, yakni agar Rabb mereka memberi kelapangan dari dahsyatnya malapetaka pada hari itu. Allah swt berfirman

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

Artinya: “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan”.  (QS. As-Sajadah: 16)

Allah memuji orang-orang mukmin yang melakukan qiyamullail. Sebab mereke meninggalkan tempat tidur, sementara orang-orang sedang tenggelam didalam kenikmatan tidur.

كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ. وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Artinya: Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.”  (QS. Adz-Zariyaat: 17)

Inilah sifat orang-orang yang berpredikat Al Muhsinin dan Al Muttaqin yang rajin melakukan qiyamullail. Mereke tidur sebentar saja dalam semalam, rajin beribadah dan beristigfar sampai waktu sahur, tak satu malam pun tertinggal olehnya walaupun hanya sebentar, baik awal malam, pertengahan maupun di akhir yang memang merupakan waktu terbaik. Maka berbahagialah bagi orang yang tidur setelah mengantuk dan bertaqwa kepada Allah setelah bangun darinya, yakni ketika orang-orang sedang tenggelam didalam tidurnya.

Rasulullah saw bersabda: “dari Aisyah RA. Ia berkata: ‘nabi saw biasa bangun mengerjakan qiyamullail sehingga kedua telapak kakiknya bengkak. Maka aku berkata ‘mengapa engkau sampai melakukan ini wahai Rasulullah? Padahal Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?’ beliau menjawab; tidak bolehkah aku menjadi hamba yang pandai bersyukur? (HR. Muttafaq ‘Alaih)

Dalam hadits lain beliau bersabda: “dari Ali RA bahwa nabi pernah mendatangi dia dan Fathimah di malam hari lalu bersabda; ‘tidakkah kalian berdua shalat?’” (HR. Muttafaq ‘Alaih)

Kandungan hadits:

Penjelasan keutamaan shalat malam serta membangunkan keluarga dan kaum kerabat yang tidur. Sebab, kalau bukan karena Nabi saw mengetahui besarnya keutamaan shalat malam, tentu beliau tidak membangunkan tidur malam Fathimah, putri belia dan suaminya, pada waktu yang memang diciptakan Allah untuk istirahat. Namun, beliau lebih memilih utnuk mereka berdua agar menjaga keutamaan itu daripada kenikmatan tidur dan istirahat bersama keluarga, sebagai wujud pelaksanaan firman Allah ta’ala; “dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat…. (QS. Thaha: 132)

Disadur dari buku syarah riyadhu shalihin jilid 4 hal: 1

Abu Faqih