Tags

Related Posts

Share This

Erdogan: Dua Anak Tidak Cukup

erdogan

AQl Islamic Center – Jika banyak pemimpin negara mempromosikan keluarga berencana dan membatasi jumlah anak, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkampanyekan hal sebaliknya. Erdogan meminta rakyatnya untuk meninggalkan alat kontrasepsi dan memperbanyak jumlah anak. Menurutnya, dua anak tidak cukup.

“Satu atau dua anak tidak cukup. Untuk membuat bangsa kita lebih kuat, kita perlu populasi lebih dinamis dan lebih muda. Kita perlu memiliki negara di atas tingkat peradaban modern,” kata Erdogan ketika menghadiri pernikahan putra pengusaha Turki Mustafa Kefeli sahabat dekatnya, Ahad (21/12/2014) waktu setempat.

Erdogan menambahkan, Turki ingin mengembangkan negaranya dan memperbanyak penduduk muda. Pengantin baru yang menggunakan alat kontrasepsi, berarti mengkhianati obsesi Turki.

Ia juga mengungkapkan, selama ini ada agenda musuh Turki untuk membatasi kelahiran.

“Di negara ini, mereka telah terlibat dalam pengkhianatan dengan mengendalikan kelahiran selama bertahun-tahun dan berusaha untuk mengeringkan generasi kita,” kata Erdogan.

“Satu (anak) berarti kesepian, dua sarana persaingan, tiga adalah keseimbangan dan empat berarti kelimpahan. Dan Allah mengurus sisanya,” tambahnya seperti dikutip al Arabiya.

Seruan Erdogan ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya dalam berbagai kesempatan, Erdogan telah berulang kali memperingatkan bahwa Turki harus memiliki lebih banyak anak untuk mencegah keringnya populasi. Pada awal 2013 ketika menjabat Perdana Menteri, Erdogan telah menyerukan kepada warganya agar memiliki banyak anak. Sedikitnya, masing-masing keluarga memiliki tiga orang anak. Erdogan sendiri saat ini memiliki dua orang putra dan dua orang putri.

Kendati dikritik oposisi, seruan Erdogan disukai oleh rakyat Turki. Jumlah populasi Turki diketahui telah meningkat dan kini mencapai 76 juta jiwa.

Sumber: bersamadakwah

  • TAGS