Tadabbur Al-Qur’an  kunci segala kebaikan #1 Dec29

Tags

Related Posts

Share This

Tadabbur Al-Qur’an kunci segala kebaikan #1

taadbrAQL Islamic Center – Allah swt telah memerintahkan mentadabburi Al-Qur’an dan memahaminya serta melarangnya berpaling darinya. Dalam firman-Nya:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

Artinya: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24)

Ibnu Jarir berkata “maka tidakkah orang-orang munafik itu menghayati peringatan-peringatan dari Allah yang terkandung di dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan kepada nabi-Nya? Tidakkah mereka memikirkan hujjah-hujjah-Nya yang Dia terangkan bagi mereka didalam wahyu-Nya, sehingga mereka mengerti kesalahan sikap mereka? Ataukah hati mereka sudah dikunci oleh Allah sehingga mereka tidak bisa mengambil peringatan dan pelajaran yang diturunkan Allah di dalam kitab-Nya?”

Al-Qasimi berkata: “ataukah hati mereka sudah terkunci sehingga peringatan dan perintah tidak sampai ke sana dan tidak dapat menyingkapnya?”

Qatadah berkata tentang ayat ini: “maka tidakkah mereka mentadabburi Al-Qur’an, ataukah hati mereka yang sudah terkunci?” jika demikian, demi Allah, mereka sebenarnya telah mendapatkan peringatan Al-Qur’an atas kemaksiatan mereka kepada Allah. Sekiranya mereka mau mentadabburinya, pastilah mereka mengerti. Sayangnya mereka mengambil yang mutasyaabih (Samar), sehingga mereka pun celaka pada saat itu.

Khalid bin Ma’dan berkata: “setiap anak adam memiliki dua pasang mata. Sepasang mata ada dikepalanya untuk melihat dunianya dan apa saja yang mendatangkan kebaikan dalam kehidupannya. Adapun sepasang mata lagi ada di hatinya untuk melihat agamanya dan apa saja yang dijanjikan oleh Allah yang tidak tampak. Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, Allah menghidupkan sepasang matanya yang ada dihatinya. Sebaliknya jika Allah menghendaki selain itu, Dia membutakan keduanya. Inilah yang dimaksud ayat diatas”.

Allah juga sudah menegaskan bahwa tujuan diturunkannya Al-Qur’an adalah untuk ditadabburi dan diambil pelajarannya. Allah swt berfirman:

كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

Artinya: “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran”. (QS. Shaad: 29)

Betapa besar ilmu yang dihasilkan seorang hamba dengan mentadabburi Kitabullah. Sungguh hal itu merupakan kebaikan-kebaikan dunia dan akhirat. Kebaikan Al-Qur’an tidak akan lenyap, faedahnya tidak akan hilang, dan berkahnya tidak ada habis-habisnya. Selama seorang hamba mentadabburi Al-Qur’an, selama itu pula dia dapat mengambil manfaat, dan ilmunya terus bertambah dan berkembang. Bagaimana tidak, bukankah yang ditadabburinya adalah Kitabullah?

An-Nawawi berkata: “seorang Qari’ seyogiyanya ia bersikap khusyu’, mentadabburi bacaannya, dan tunduk. Inilah yang diharapkan dan diinginkan. Dengan inilah hati menjadi lapang dan hati menjadi bercahaya”.

Ibnu Qayyim berkata: “tidak ada yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba dalam kehidupan dunia dan akhiratnya; dan tidak ada yang lebih mendekatkannya kepada keselamatan melebihi tadabbur Al-Qur’an, berlama-lama dalam merenungkannya dan memfokuskan pikiran untuk memahami makna ayat-ayatnya. Bersambung

Diringkas dari kitab “Air Mata Pembaca Al-Qur’an” Muhammad Syauman Ar-Ramli