Kunjungan Dr. Aidh Al-Qarni ke Indonesia Jan09

Tags

Related Posts

Share This

Kunjungan Dr. Aidh Al-Qarni ke Indonesia

aidhAQL Islamic Center – Indonesia mendapat kehormatan dengan hadirnya ulama besar dan penulis monumental, Syekh DR. Aidh Al-Qarni di masjid Istiqlal Jakarta jum’at (9/01/15) untuk bersilaturrahim dengan warga Indonesia dan menyampaikan taushiahnya.

Kunjungannya ke Indonesia kali ini adalah kunjungan yang ketiga, ia merasa mendapat perlakuan baik dan sambutan yang ramah dari warga Idonesia. Karenanya Mengawali taushiahnya beliau menyampaikan rasa suka citanya bertemu dengan penduduk Islam terbesar di dunia ini.

Dalam ceramah agamanya yang disampaikan ba’da jum’at ini bertemakan;

“Kiat Meraih Kebahagiaan”

Banyak orang yang salah kaprah dalam mencari kebahagiaan. Banyak yang mengira kalau kebahagiaan itu ada pada harta, perhiasan, popularitas, pangkat dan jabatan serta tempat tinggal berupa istana. Padahal semua itu hanyalah kesenangan duniawi semata dan sangat berpeluang untuk menjauhkan pelakunya kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman;

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ

Artinya: “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.  (QS. Thaha: 124)

“Demi Allah, tidak akan ada bahagia, jikalau seorang hamba meninggalkan shalat, puasa, zakat, zikir, membaca Al-Qur’an dan amal shaleh lainnya. Sebaliknya, jangan pernah bermimpi dan berharap mendapatkan kebahagiaan jikalau kita jauh dari Allah dan banyak bermaksiat kepada-Nya” jelas beliau dengan penuh keyakinan.

aidhPenulis buku best seller “Laa Tahzan” ini memaparkan akan kunci kebahagiaan yang hakiki. “Allah swt sebagai pencipta, telah menyiapkan kunci kebahagiaan kepada hamba-Nya. Diantaranya adalah”:

  1. Beriman kepada Allah. Ia berfirman dalam kitab-Nya;

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya: “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (QS. An-Nahl: 97)

  1. Mendirikan shalat. Orang yang tidak mendirikan shalat, maka tidak perlu memikirkan kebahagiaan. Sebab orang seperti ini tidak ada kebahagiaan baginya. Ketika azan dikumandangkan, kalimat pertama yang di ucapkan adalah, Allahu Akbar, itu mengindikasikan bahwa tiada yang lebih besar, tiada yang boleh lebih diperioritaskan kecuali panggilan Allah yang Maha Besar itu.
  2. Beriman kepada qadha dan qadar. Allah Swt berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ .الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Artinya:Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. (QS. Al-Baqarah: 155). Semua bentuk musibah yang menimpa kita, maka ketahuilah bahwa itu semua adalah ketentuan Allah yang telah digariskan-Nya untuk makhluk-Nya. Jika kita sudah mampu berfikir seperti itu, maka akan hilanglah kesedihan dan kegundahan itu.

  1. Kata sabar dalam Al-Qur’an disebutkan oleh Allah lebih dari 90 kali. Bersabar itu indah, karena dengannya kebahagiaan dan kesuksesan itu akan diraih. Bersabar itu indah, karena dengannya kita akan sampai ke surga yang penuh dengan kenikmatan.

Allah swt mengabadikan perkataan Ya’qub tentang kesabarannya di dalam Al-kitab-Nya:

فَصَبْرٌ جَمِيلٌ

Artinya: “maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku)”. (QS. Yusuf: 18)

Di ayat lain;

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ

Artinya: “Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah”  (QS. An-Nahl: 127)

  1. Banyak berzikir (mengingat Allah). Ingatlah bahwa dengan mengingat Allah, maka hati kita akan tentram, jiwa kita akan tenang, hidup kita akan bahagia. Sebagaimana disebutkan Allah dalam surah Ar-Ra’d: 28 “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”.
  2. Bertaubat atas segala kesalahan. Semua kita pasti pernah bersalah. Sebab yang ma’shum itu hanya Rasulullah SAW. Namun Allah SWT mencintai hamba-Nya yang senantiasa segera bertaubat atas dosa-dosanya. Firman-Nya:

Artinya: “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Az-Zumar: 53)

  1. Memenuhi hak-hak nabi SAW dengan cara:
    • Kita harus meyakini bahwa beliau adalah utusan Allah, pemberi syafaat kelak pada hari kiamat.
    • Mengikuti sunnah-sunnahnya. Beliau berkata, shalatlah kalian sebagaiamana aku shalat. Allah SWT juga menegaskan bahwa beliaulah satu-satunya teladan untuk umatnya. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (Al-Ahzab: 21)
    • Memperbanyak shalawat atasnya. Rasulullah SAW bersabda:

مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ

Artinya: “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)” (HR. An-Nasa’I, Ahmad dan Ibnu Hibban),

  • Menyebarkan ajarannya. Kita semua adalah abdi-abdinya beliau dalam menyebar luaskan syari’at-syari’at-Nya, karnanya kita harus giat menyampaikan apa yang datang dari beliau.

Semeoga kita digolongkan ke dalam hamba-hamba yang memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Amiin.

Abu Faqih