“Saya Namakan Cucu Saya Bachtiar Nasir” Jan22

Tags

Related Posts

Share This

“Saya Namakan Cucu Saya Bachtiar Nasir”

peradaban emas#1AQL Islamic Center | Jakarta | 20/01/2015 — Usai penyelenggaraan Kajian “Membangun Peradaban Emas” di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, seorang kakek berusia 60 tahunan menghampiri cameraman AQL TV yang sedang merapikan perangkat kemeranya. Sang kakek menanyakan bagaimana caranya agar ia bisa mendapatkan hasil dokumentasi video kajian yang diisi oleh motivator ekonomi Ippo Santosa, Sekjend MIUMI Ust. Bachtiar Nasir, Imam Masjid New York Ust. Shamsi Ali, Penulis Muhammad Assad, dan da’i kondang Ust. Yusuf Mansyur.

Pensiunan pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) ini ingin sekali mendapatkan dokumentasi video berisi materi menarik yang disampaikan para pemateri tersebut. “Saya ingin sekali mendapat copy DVD materi kajian ini, khususnya materi yang disampaikan Ust. Bachtiar,” katanya bersemangat.

Mendengar nama Ust . Bachttiar disebut, cameraman AQL TV pun langsung menegaskan bahwa ia kebetulan sebagai tim dokumentasi dakwah pimpinan AQL Islamic Center itu. Mendapat penjelasan itu, sang kakek semakin antusias mengajak cameraman AQL TV berbincang.

Menurut kakek yang dalam enam bulan terakhir ini sedang menikmati masa pensiun bersama anaknya di Jakarta, ia memang penggemar materi tausiyah Ust. Bachtiar, yang dinilainya lugas, tegas, to the point, dan dalam’. “Sampai-sampai, waktu saya sedang mencari nama buat cucu lelaki saya, akhirnya saya namakan saja seperti nama ustadz Bachtiar Nasir. Tetapi saya tambahkan nama belakangnya dengan nama saya: Umar. Jadi cucu saya itu bernama Bachtiar Nasir Umar,” ungkapnya bangga sambil menunjukkan foto sang cucu di layar handphnenya.

Pasalnya menurut kakek benama lengkap Bahrun Umar ini, saat ia sedang berfikir keras untuk mencarikan nama buat cucunya itu, ia secara tak sengaja menyaksikan tayangan Ust. Bachtiar di stasiun televisi Share Chanel yang sedang bertausiyah membahas tema kepemimpinan nasional. Dari peristiwa itulah ia mendapat ide untuk memberi nama cucunya dengan nama Ust. Bachtiar Nasir, yang juga dikenalnya sebagai Sekjend Majelis Intelektual & Ualama Muda Indonesia.

“Saya berharap dengan nama itu, cucu saya kelak juga bisa menjadi seoarang ulama seperti Ust. Bachtiar. Itu keinginan saya,” tuturnya lagi yang diamini cameraman AQL TV.

Mahasiswi Shalehah

Rupanya bukan hanya cerita tentang asal-usul nama cucu Pak Bahrun Umar saja yang menarik. Tetapi kisah mengapa ia bisa sampai ke Masjid Agung Sunda Kelapa pun cukup menarik.

Ternyata, sebelumnya ia tak pernah tahu jika di masjid di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat itu, akan ada kajian yang menampilkan banyak pemateri handal dan populer. Tetapi ia ketahui lewat seorang mahasiswi yang kebetulan duduk disebelahnya, saat ia sedang melakukan perjalanan pulang dari Sumedang menuju Jakarta pada siang hari sebelum acara kajian berlangsung. Ia baru saja mengunjungi putrinya yang diterima menjadi PNS di BPN Sumedang.

Sejak mahasiswi itu menaiki bus antra kota dan tepat memilih kursi duduk di sebelahnya, sikap gadis itu sudah menarik perhatiannya. Bukan lantaran mahasiswi berjilbab itu berparas cantik. Melainkan sejak ia duduk di samping si Kakek, perempuan itu langsung membuka Al Quran kecil dan membacanya selama perjalanan.

Peristiwa itu tentu saja sangat menggugah hatinya. “Sampai-sampai saya foto mahasiswi yang sedang mengaji itu, lalu saya kirim fotonya ke anak-anak perempuan saya. Supaya anak-anak saya meniru akhlak yang baik mahasiswi ini,” ujar sang Kakek dengan mata berkaca-kaca.

Karena peristiwa yang sangat menyentuh hatinya itu, akhirnya kakek Bahrun memberanikan diri bertanya kepada si Mahasiswi. “Adik sebenarnya mau ada keperluan apa pergi ke Jakarta?” tanyanya.

Dengan ramah, mahasiswi itu menyodorkan sebuah pesan bergambar di handphonenya yang menampilkan wajah keempat pembicara berheadline “Membangun Peradaban Emas” itu. Yang menunjukkan bawa ia ingin mendatangi kajian bertema menarik tersebut.

Lantaran diantara keempat gambar itu ada wajah Ust. Bachtiar Nasir yang dikenalnya, maka ia pun memutuskan akan ikut juga menghadiri kajian langka itu. “Kebetulan sudah lama sekali saya ingin mengikuti dan menyaksikan langsung kajian yang disampaikan Ust. Bachtiar Nasir,” ujar kakek yang menghabiskan masa produktifnya sebagai pegawai negeri sipil di Timor-Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat itu.

Akhirnya, Kakek Bahrun dan Mahasiswi itu naik taksi bersama dari Terminal Bus Kampung Rambutan menuju Masjid Agung Sunda Kelapa. Karena kebetulan Mahasiswi itu belum tahu dimana alamat masjid berinterior cukup megah itu. Hingga akhirnya mereka terpuaskan selama mengikuti kajian itu hingga selesai, sampai kemudian Kakek Bahrun berjumpa dengan penulis yang juga cameraman AQL TV untuk bisa mendapatkan DVD video kajian yang baru disaksikannya.

Penulis pun menjanjikan, in sya Allah akan memberikan berbagai DVD Kajian Tadabbur Ust. Bachtiar Nasir, kelak jika sang Kakek berkunjung ke Masjid Pondok Indah, tempat Ust. Bachtiar mengelar kajian rutin Tadabbur Qur’an setiap Selasa, Pkl. 09.00-12.00 WIB.

Semoga Allah mempertemukan kami dalam ruang dan tempat yang penuh kebaikan dan keberkahan. Sebagaimana Allah telah memperjumpakan sang Kakek dengan seorang mahasiswi shalehah, untuk sama-sama mencari dan mengejar ridha dan rahmat Allah. Aamiin ya Rabbal alamiin…

Oleh Abu Lanang