Turki: Potret Kebangkitan Ekonomi Islam Feb03

Tags

Related Posts

Share This

Turki: Potret Kebangkitan Ekonomi Islam

turki

AQL Islamic Center – Alhamdulillah! AQLIC semakin kaya dengan unit-unitnya. Setelah ada Ummahatul Mu’minin (UMI) untuk ummahat, Qur’anic Generation (Q-Gen) untuk remaja, Spirit of Aqsa (SoA) untuk urusan kemanusiaan Palestina, kini ada AQLPreneur untuk mengurusi ekonomi para pengusaha yang baru merintis maupun pengusaha yang sudah tak tertuai ladangnya.

Unit yang diketuai salah satu jama’ah lama AQLIC, akh Lutfi, ini telah memiliki banyak anggota dan aktif menyebarkan informasi bisnis syari’ahnya di berbagai media sosial, diantaranya adalah Facebook dan twitter. Selain aktif di dunia maya, mereka juga aktif buka lapak pada kegiatan internal AQLIC seperti pada kajian Asma Al-Husna yang digelar di Bank Indonesia setiap hari Sabtu minggu ke 3.

Nah, yang paling menyenangkan, AQLPreneur telah memiliki kajian sendiri. Kajian ini akan diadakan setiap Jum’at malam, satu bulan sekali seperti yang telah digelar beberapa waktu lalu. Berikut laporan dari salah satu anggotanya, Mira Wati:

Pada kajian perdana Ar-Rahman Entrepreneur Club (AEC) Jum’at malam lalu, ustadz Bachtiar Nasir sebagai empunya yayasan membuka kajian sekaligus membeberkan tentang kebangkitan perekonomian Turki sebagai pecutan. Hal ini didasarkan pada pengalaman pribadinya dalam rangka memenuhi undangan negara Turki dalam sebuah kongres Islam disana. Jamuan dan pelayanannya, kualitas bintang lima.

Beliau berfikir bagaimana mempersatukan 2000 ummat Islam dalam satu waktu di satu tempat yang sama. Tapi semua mungkin dengan berjama’ah. Ternyata Erdogan tidak sendirian, pada kongres yang dihadiri oleh pengusaha muslim ini Erdogan dibantu oleh berbagai pihak. Warga yang memiliki usaha hotel menjamu tamu undangan dengan fasilitas yang dimiliki, sedangkan warga yang memiliki usaha travel membantu di bagian transportasi. Bagi mereka yang memiliki usaha katering tak mau ketinggalan untuk menjamu tamu dengan hidangan terbaiknya. Dan menakjubkan, semua gratis bagi bagi yang diundang.

Pada pemerintahan Erdogan, selain ekonomi, Turki telah berhasil membangun puluhan sekolah Islam lengkap dengan guest housenya berstandar bintang lima, disanalah tamu-tamu undangan ditempatkan. Dulu, Turki dijuluki nenek tua yang sakit-sakitan tapi sekarang Turki sudah kembali unjuk gigi. Pendapatan masyarakatnya meningkat pesat hingga lampaui PDB Eropa.

Akhirnya ustadz Bachtiarpun mempromosikan negara ini sebagai salah satu tujuan wisata Eropa dengan 4 musim yang bisa dikunjungi. Keuntungannya, jika berkunjung ke tempat ini tak usah takut ketinggalan shalat dan tak usah takut makanan haram. Wallahualam…

link: AQLPreneur.com