Tags

Related Posts

Share This

SURAT PRESIDEN YAMAN KE PEMIMPIN ARAB

AQL Islamic Center | Pengantar Redaksi:

peta-arab-saudi-320x314

Jatuhnya ibu kota Yaman, Sanaa ke tangan Kelompok pemberontak Houthi membuat dunia tersentak. Tak hanya itu, kelompok yang sebelumnya menuntut otonomi secara menyeluruh kepada pemerintah itu berhasil merebut basis pertahanan udara Yaman. Keberhasilan itu membuat Houthi merasa di atas angin, bahkan mereka mengklaim telah meningkatkan kekuatan militernya demi menguasai seluruh negeri. Kondisi itu membuat Presiden Yaman, Abed Rabbo Mansour Hadi diungsikan dari Istana Kenegaraan yang diduduki kelompok pemberontak.

Di tengah berkecamuknya perang saudara dan kemenangan gemilang yang diperoleh Houthi, secara tiba-tiba Arab Saudi menggelar invasi besar-besaran. Tak tanggung-tanggung, Negeri Petro Dollar itu mengerahkan 100 jet tempur dan 150 ribu infantri ke perbatasan kedua negara. Tak hanya itu, militer pimpinan Raja Salman itu membombardir kota Sanaa dan menewaskan 39 penduduknya.

Dalam keterangan resminya, Saudi menyatakan punya kepentingan untuk melindungi pemerintahan sah Yaman. Raja Salam tetap bergeming meski mendapat kecaman dari dunia atas serangannya tersebut, malah menggalang operasi gabungan bersama 10 negara Timur Tengah lainnya. Meski begitu, serangan ini dikabarkan mendapat restu dari Presiden AS Barack Obama.

Namun sesungguhnya, inilah surat resmi dari Presiden Yaman, Abed Rabbo Mansour Hadi yang dikirmkan ke sejumlah pemimpin negara Arab, untuk meminta bantuan militer ke sesama negara Arab, terutama militer Kerajaan Arab Saudi, yang akhirnya memutuskan melakukan invasi militer ke Yaman.

***

Kepada saudaraku yang mulia khadimul haramain asy-syarifain Raja Salman bin Abdul Aziz Alu Su’uud raja Saudi Arabia

Kepada saudaraku yang mulia Syekh Khalifah bin Zayid Alu Nahyan, Kepala Negara UEA

Kepada saudaraku yang mulia Raja Hamd bin Isa Alu Khalifah, Raja Bahrain

Kepada saudaraku yang mulia Sulthan Qabus bin Said, Sultan Oman

Kepada saudaraku yang mulia Syekh Shabah al-Ahmad al-Jabir as-Shabah, Amir Negara Kuwait

Kepada saudaraku yang mulia Syekh Tamim bin Hamd Alu Tsani, Amir Negara Qatar

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa baraakaatuh.

Yemeni President Abdo Rabbo Mansour Hadi visits Saudi Arabia

Presiden Yaman, Abed Rabbo Mansour Hadi (kliri) saat bertemu Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud (kanan)

Saya menulis surat ini kepada Anda, wahai  Saudara-saudaraku yang mulia dalam keadaan hati yang pilu dan kesedihan yang mendalam atas situasi keamanan yang terjadi di Republik Yaman. Banyak terjadi kerusakan dan banyak bahaya yang mengancam akibat serangan yang terus-menerus yang dilakukan oleh para pemberontak Houtsi yang menjadikan Yaman menjadi terpecah, dan merusak keamanan dan stabilitas Yaman.

Kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk menghentikan serangan dan kejahatan yang dilakukan oleh kelompok pemberontak Houtsi terhadap rakyat kami. Mereka telah membuat luka yang mendalam terhadap setiap rakyat Yaman.

Kami berusaha dengan segenap kekuatan kita untuk mencapai solusi damai dan keluar dari  situasi kelam yang dibuat oleh kelompok pemberontak Houtsi Yaman. Kami berusaha menjaga rakyat kami dari tungku kekacauan dan kehancuran serta mencegah terseretnya negara ke dalam peperangan yang akan membakar segala sesuatu, akan tetapi kelompok pemberontak Houtsi terus memicu terjadinya peperangan.

Bemua usaha damai kami yang kami lakukan terus menerus ditolak oleh pihak pemberontak Houtsi yang terus melancarkan serangannya untuk menguasai beberapa daerah di Yaman, khususnya yang berada di wilayah Selatan Yaman. Hal inilah yang menyebabkan Yaman mengalami situasi yang kelam dalam sejarah Yaman yang selama ini belum pernah terjadi suatu peristiwa penyerangan keji  yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam dan juga tidak sesuai dengan norma-norma dan aturan-aturan internasional.

Semua perilaku tersebut telah dilakukan oleh para pemberontak Houtsi yang didukung oleh kekuatan lokal dan regional  yang bertujuan untuk hegemoni di negara ini dan membuatnya menjadi dasar untuk memberikan pengaruh di wilayah ini. Situasi seperti ini akan menjadi ancaman bagi Yaman dan wilayah-wilayah yang berada di sekitarnya.

Dalam menghadapi perkembangan yang serius, untuk menjaga keamanan dan stabilitas wilayah Yaman dan sekitarnya, untuk menjaga rakyat Yaman yang sudah membayar mahal dalam menghadapi pemberontak Houtsi, saya yang memiliki tanggungjawab secara konstitusi yang memiliki kewajiban untuk menjaga warga Yaman: menjaga persatuannya, kemerdekaan dan integritas Yaman, dengan mempertimbangkan apa yang sudah dilakukan oleh pemberontak Houtsi. Yang terakhir kali mereka melakukan konvoi militer untuk bersiap-siap menyerang Aden, menguasai wilayah tersebut dan sekitarnya, dan mereka sudah mengumumkan akan melakukan pergerakan militer ke wilayah selatan. Hal ini dikonfirmasi oleh laporan terbaru dari utusan khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa kepada Dewan Keamanan. Di antara laporan tersebut adalah para kelompok Houtsi telah membentuk tim yang telah melakukan mobilisasi terhadap unit-unit militer yang sudah mereka kuasai di wilayah utara dalam rangka persiapan melakukan serangan di wilayah selatan.

Laporan lainnya menyebutkan bahwa mereka sudah menguasai beberapa lembaga Negara dan telah memperluas wilayah mereka walaupun sudah didesak berkali-kali -untuk tidak melakukan penyerangan- oleh Dewan Keamanan. Pesawat-pesawat yang sudah dikuasi mereka telah melakukan serangan terus-menerus terhadap wilayah Aden dan ini merupakan eskalasi serius yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dan berdasarkan laporan utusan PBB tersebut, yang telah mengkonfirmasi bahwa Houthi mulai bergerak sekarang ke selatan, ke arah (Lahj) dan (Aden).

Kekuatan al-Qaidah juga menambah kekhawatiran di dalam situasi yang tidak stabil ini dan membuat konflik di Negara ini menjadi bertambah banyak.

Berdasarkan hal di atas, saya mengharapkan kepada Anda semua wahai saudara-saudaraku, mengharapkan bantuan dari Negara-negara Anda semua untuk berada di pihak rakyat Yaman dalam rangka menjaga Negara Yaman. Saya meminta kepada Anda semua dengan berdasarkan pada prinsip-prinsip mempertahankan diri yang tertuang dalam pasal 51 dari Piagam PBB, berdasarkan pada dasar Piagam Liga Arab dan Perjanjian pertahanan wilayah Arab secara bersama-sama, untuk segera memberikan bantuan dan dukungan dengan segala hal-hal yang diperlukan, termasuk intervensi militer untuk melindungi Yaman dan rakyatnya dari agresi yang  terus menerus dilakukan oleh kelompok pemberontak Houthi dan mencegah terjadinya serangan yang mungkin saja terjadi di setiap waktunya di kota Aden dan wilayah-wilayah selatan. Dan kami meminta juga meminta bantuan dalam menghadapi al-Qaeda dan Islamic State (IS).

Orang-orang Yaman tidak akan melupakan peran saudara-saudaranya yang berada di sisinya ketika berada dalam keadaan yang sulit dan ancaman yang terus mengintai.

Dan yang terakhir, saya ingin meyakinkan bahwa kepercayaan rakyat Yaman kepada Allah tidak akan pernah terguncang. mereka akan terus berpegang pada pedoman-pedoman Negara yang mengharuskan mereka  mengorbankan sesuatu yang mahal dalam rangka menjaga kedaulatan Yaman dan menjaga harkat dan martabat bangsa.

Abd. Rabbih Mansour Hadi

25 Maret 2015

Sumber : Kementerian Luar Negeri Saudi Arabia (http://www.mofa.gov.sa)