Tags

Related Posts

Share This

UBN: BERDAKWAHLAH DENGAN BIJAK & HIKMAH

UBN KULIAH SUBUH#1AQL Islamic Center – Dalam berdakwah sesama ahlulsunnah wal jamaah ikutilah cara berdakwah para nabi dan rasul yang mengedepankan kebijaksanaan (sama’ah), yakni dengan lebih dahulu mencari titik kesamaan, bukan mempertajam perbedaan.

Hal ini dikemukakan Pimp. AQL Islamic Center Ust. Bachtiar Nasir dalam Kuliah Subuhnya, Sabtu (30/5/2015), di Masjid Mu’adz Bin Jabal, Kendari, Sulawesi Utara. Kajian dihadiri sekitar seratus jamaah Salafi di seputar lingkungan masjid.

Dengan mentadabburi Surah Al Baqarah, Ust. Bachtiar menegaskan, dalam berdakwah kepada sesama umat muslim sebaiknya tidak mudah membid’ahkan orang lain sesama ahlulsunnah wal jamaah. “Jangan mengedepankan hawa nafsu, sehingga menyampaikan hadist yang shahih tetapi dengan cara yang tidak shahih atau nyunnah,” katanya.

Seperti diwahyukan dalam Surah Al Baqarah [(2): 151], Allah berfirman: “Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

Sehingga dalam berdakwah, jelas Ust. Bachtiar, agar umat tidak terjebak dalam debat kusir, tahapannya adalah  dengan membacakan ayat Al Qur’an terlebih dahulu; kemudian menyucikan hati orang yang didakwahi dari rasa riya, ujub, dan kefasikan; lalu format jiwa lawan bicara; dan terakhir tanamkan hikmah agar terbangun pemahaman, serta pengertian secara bijaksana.

Sekjen Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini mengilustrasikan lewat shirah dakwah Rasulullah yang mendapatkan seorang Arab Badui yang tiba-tiba buang air kecil di dalam Masjid Nabi yang masih berlantai pasir. Melihat peristiwa itu tentu saja para sahabat marah besar dan langsung akan menghardik orang itu.

Namun, kisah Ust. Bachtiar, Rasulullah justru melarang seorang sahabat yang akan mendamprat orang Badui tersebut. Dan Rasullah malah membiarkannya hingga selesai membuang air kecil. Lalu pemuda itu dipanggil dan dinasehatinya secara baik-baik dan bijaksana, hingga orang Badui tersebut mengerti tentang adab selama berada di dalam masjid.

Tak hanya itu, Rasulullah pun meminta kepada sahabat yang hendak melakukan kekerasan terhadap orang Badui tadi, untuk mengambilkan air dan menyiramkannya di tempat bekas buang air kecil tadi.

“Begitulah cara Rasullah berdakwah dengan penuh hikmah dan bijaksana,” tandas Ust. Bachtiar.

Teks & Foto: Abu Lanang