Inilah Profile Keluarga Sukses Bersama Al Qur’an May31

Tags

Related Posts

Share This

Inilah Profile Keluarga Sukses Bersama Al Qur’an

KAMAL#1AQL Islamic Center — Saat mempresentasikan Metode Tadabbur Al Qur’an di acara Grand Launching Rumah Tadabbur Qur’an (RTQ) Ar-rahman di Kendari, Sabtu (30/5/2015), Ust. Bachtiar memberi contoh nyata pada orang-orang terdekatnya di AQL Islamic Center, yang sudah merasakan “kejaiban” hidup bersama Al Qur’an.

Ust. Kamaluddin Marsus misalnya, yang kini memimpin perwakilan AQL se-Sulawesi Selatan. Ia memiliki enam anak dari hasil pernikahannnya selama sekitar tujuh tahun. Anak sulungnya baru berusia tujuh tahun, sementara anak bontotnya baru berumur sekitar enam bulan.

Ust. Kamal bersama istrinya, menurut Ust. Bachtiar, telah berhasil membimbing, membesarkan, dan mendidik anak-anaknya dengan Al Qur’an. Lantaran lima dari enam anaknya, kini menjadi penghafal Al Qur’an dengan metode gerak yang diajarkan dan dikembangkan isteri tercintanya, yang juga guru mengaji.

GERAK#2Bahkan, salah satu puterinya bernama Kaisa Kamaluddin, tahun 2014 lalu menjadi Juara III Hahfizh Qur’an Trans-7, yang terkenal dengan Metode Gerak Kaisa. Yang saat ini metode tersebut sedang “booming” di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Dan dengan bekalnya sebagai guru penghafal Qur’an di Sekolah Islam Athirah milik keluarga Wapres Jusuf Kalla, kini Ust. Kamal dipercaya mengelola sebanyak waqaf 60 RTQ Ar-Rahman se-Makassar.

***

M. Nasir atau yang akrab disapa Pak Nasir, dikenal sebagai salah satu “motor” penggerak Pengurus AQL Makassar. Ia adalah salah satu dari sedikit sosok orangtua yang bukan penghafal Al Qur’an, namun mampu menjadikan dua anak lelakinya sebagai Hafizh 30 Juz di luar pesantren.

nasirPadahal penggemar hobi mendaki gunung ini, sebelumnya adalah berprofesi sebagai musisi di Sekolah Musik Purwacaraka, cabang Makassar. Pak Nasir mendapat hidayah untuk belajar dan mengarahkan anak-anaknya pada kesibukan menghafalkan Al Qur’an, di saat ia sedang jaya-jayanya mengelola sekolah musik tersebut.

“Tapi ketika saya mencari guru mengaji untuk saya dan anak saya di tengah kesibukan saya mengelola sekolah musik, yang menyebabkan pekerjaan banyak saya tinggal, justru murid-murid sekolah musik saya malah semakin banyak,” katanya di acara Grand Launching RTQ Ar-Rahman Kendari di Hotel Clarion.

Selain itu, Ust. Bachtiar menambahkan, yang unik dari sosok Pak Nasir ini, ia sampai sekarang belum memiliki rumah sendiri, alias masih ngontrak. Namun ia sudah berani mewaqafkan sebuah ruko tiga lantai senilai Rp. 3 Miliar, yang dibeli dan dibangunnya dari hasil bisnisnya sebagai distributor Qur’an Pen Al-Qalam.

“Sampai sekarang ia masih menumpang di salah satu lantai di Ruko yang diwaqafkannya itu, yang kini menjadi Kantor Perwakilan AQL Makassar,” tutur Ust. Bachtiar.

Dan yang mengharukan lagi, ungkap Ust. Bachtiar, Pak Nasir pernah mengirim foto melalui WhatsApp (WA) Messenger, saat menggendong anak ketiganya yang baru berusia dua minggu. Dalam pesan singgkat di WA itu, sambungnya, Pak Nasir menceritakan bahwa ia baru saja shalat subuh bersama bayinya itu, dengan diimami anak lelaki keduanya, yang sudah Hafizh 30 Juz.

Bahkan, tambah Pak Nasir, “saat putri bungsu saya baru berusia 12 jam setelah dilahirkan, sudah saya bawa shalat subuh bejamaah ke masjid dekat rumah”.

“Apa alasan Anda melakukan itu?” tanya Ust. Bachtiar.

Di luar dugaan Pak Nasir menjawab: “Karena saya ingin mendapatkan pahala yang tak terhingga dari Allah, yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya!”

Teks: Abu Lanang | Foto: Malik