Tags

Related Posts

Share This

Rumah Tadabbur Qur’an Berfungsi Seperti Klinik

GERAK#3AQL Islamic Center – Pimp. AQL Islamic Center Ust. Bachtiar Nasir menegaskan keberadaan Rumah Tadabbur Qur’an (RTQ) Ar-Rahman yang baru diresmikan di tujuh lokasi di kota Kendari, pada Sabtu (30/5/2015), fungsinya sama dengan keberadaan Klinik Rumah Sakit.

Hal ini disamoaikan Ust. Bachtiar di acara Grand Launching RTQ di Phinisi Ballroom Hotel Clarion, Kendari. Hadir mengikuti acara peresmian Walikota Kendari Dr. Ir. H. Asrun M, Eng, Sc, Wakil Bupati Bombana Hj. Masthura Ila Ladamay, Sekda Kota Kendari Alamsyah Lotunani, Ketua DRPD Kota Kendari Abdul Razak, dan Kakanwil Kemenag Kendari Zainal Mustamin.

Menurut Ust. Bachtiar, lewat membaca dan menghafalkan Al Qur’an di RTQ Ar-Rahman, maka fungsi mata, pendengaran, daya ingat, dan qalbu kita akan difungsikan kembali dengan baik. “Jadi kalau organ tubuh kita itu sudah ada yang rusak, Insya Allah dengan membaca dan menghafal Al Qur’an, bisa dipulihkan kembali,” katanya.

Selain itu, lanjut Ust. Bachtiar, jika ada anak remaja sedang patah hati karena mengalami putus cinta akibat korban pacaran, yang bingung hendak berobat kemana. “Maka Rumah Tadabbur Qur’an bisa menjadi solusi bagi hati dan jiwa yang galau, dengan mempelajari dan membaca Al Qur’an. Karena Al Qur’an adalah kitab penyembuh segala penyakit,” tuturnya.

WAQAF QUR'AN#1Bahkan kepada Bupati Kendari, Ust. Bachtiar berani mengatakan, Pemda Kendari tak perlu pusing-pusing mencari program untuk pemberantasan penyakit sosial. Cukup dengan menjadikan “gerakan membaca, menghafal, dan menulis Al Qur’an” sebagai gerakan wajib masyarakat Kendari, maka dengan sendirinya penyakit sosial itu akan dihilangkan oleh Alla SWT.

Ust. Bachtiar memberi contoh nyata pada sebuah desa di Kab. Tanah Datar, Sumatera Barat, yang dinyatakan oleh Pemdanya sebagai Desa Al Qur’an, terbukti penyakit sosial di desa itu hampir tidak ada. “Dari penelitian yang dilakukan Pemda setempat, penyakit sosialnya hampir mendekati angka nol persen,” ungkapnya yang baru mengunjungi desa itu bersama kegiatan “Tadabbur Al Qur’an Nasional di Ranah Minang”.

Maka dari itu, Ust. Bachtiar berharap di kota Kendari akan dibuat juga semacam “Desa Al Qur’an”. “Insya Allah jika Bapak Walikota dan pemda Kendari melakukan hal yang sama, maka penyakit sosial di Kendari akan berkurang dengan sendirinya. Karena masyarakat dan pimpinannya akan mendapat Rahmat Allah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ust. Bachtir atas nama Program Waqaf Qur’an AQL untuk Indonesia, menyerahkan sebanyak 5.000 Al Qur’an yang diwaqfkan untuk masyarakat kota Kendari dan kota Bombana. Bagi pengunjung yang hadir malam itu pun, panitia memberikan souvenir sebuah Al Qur’an Waqaf.

eks: Abu Lanang | Foto: Malik