KUNCI SUKSES RAMADHAN Jun13

Tags

Related Posts

Share This

KUNCI SUKSES RAMADHAN

dr. muslihAQL Islamic Center – Mengawali taushiahnya dalam acara Majlis Qiyam-Qu tarhib ramadhan di AQL Islamic Center 12/06/15 ustadz Dr. Muslih Abdul Karim. MA menyatakan akan ke-Maha murahan ampunan Allah azza wa jalla dengan mengutip firman Allah,

إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ ۖ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ

“Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia”. (QS. Yaasiiin: 11).

Semoga Allah ampunkan dosa-dosa kita dan menjadikan ramadhan ini ramadhan terbaik buat kita. Mari saling memaafkan antar sesama dan jangan sisakan secuil dendam pun dalam hati kami. Terlebih lagi memohon maaf kepada kedua orang tua, suami, istri, dan kerabat lainnya. “Jangan sampai ramadhan sudah menyapa kita,  sementara hati kita masih menyisakan dengki kepada saudara”. Ungkap ustadz yang juga dosen tafsir di LIPIA ini.

Dalam menyambut tamu agung ini perlu diketahui kiat kunci sukses ramadhan. Pertama,  maafkan orang yang telah menzhalimi kita. Allah azza wa jalla berfirman,  “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-A’raf: 199). Kedua, Memberi hadiah kepada orang yang tidak pernah memberi hadiah. Sebab dengan saling memberi hadiah akan menghadirkan rasa cinta diantara kita. Ketiga, Menyambung silaturrahim kepada orang yang mendiamkan kita. Firman Allah, “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ( QS. An-Nisa ; 1 ) dan yang keempat, memperbanyak Sedekah. Rasul adalah orang yang paling dermawan apalagi di bulan ramadhan. “Barang siapa yang menyempurnakan amalan di atas insyaAllah jaminannya surga” katanya penuh semangat sembari mengaminkan berkali-kali.

Ustadz yang menyelesaikan pendidikannya di Timur Tengah ini memaparkan banyak hadits tentang sedekah berikut kisah-kisahnya. “Suatu hari, kata beliau mengisahkan, ada seorang pengusaha sukses yang maju namun akhirnya jatuh bangkrut dan terlilit hutang. Namun Allah mengilham kepadanya inspirasi agar lebih dekat dengan Allah. Beliau kemudian mendatangi seorang ustadz dan meminta nasehat serta solusi kepadanya.  Ustadz tersebut menyarankan agar memperbanyak sedekah setiap hari, sebab setiap hari ada dua malaikat yang berdoa.” Sebagaimana bunyi hadits berikut ini,

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَّنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًاوَيَقُولُ اْلاَخَرُ اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Muhammad shollallahu ‘alahi wa sallam bersabda:“Tidaklah seorang hamba memasuki waktu pagi pada setiap harinya, kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satunya memohon: ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi dermawan yang menyedekahkan hartanya.’ Dan satu lagi memohon: ‘Ya Allah, musnahkanlah harta si bakhil.” (HR. Bukhary 5/270 Muslim 1678).

Sang ustadz juga membacakan hadits ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

Sedekah tidaklah mengurangi harta.

Karena perkataan itu adalah perkataan Rasulullah melalui lisan sang ustadz, maka pengusaha ini pun mengamalkannya dengan penuh keyakinan. Alhamdulillah dua tahun kemudian pengusaha yang miliaran hutangnya ini lunas dan usahanya lebih sukses dari sebelumnya. Subhanallah.

Terbuktilah firman-Nya,

لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِّن سَعَتِهِ ۖ وَمَن قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ ۚ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَا ۚ سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

…Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. (QS. At-Thalaq: 7).

Adapun makna hadits di atas atas sebagaimana dijelaskan oleh Yahya bin Syarf An Nawawi rahimahullah ada dua penafsiran:

  1. Harta tersebut akan diberkahi dan akan dihilangkan berbagai dampak bahaya padanya. Kekurangan harta tersebut akan ditutup dengan keberkahannya. Ini bisa dirasakan secara inderawi dan kebiasaan.
  2. Walaupun secara bentuk harta tersebut berkurang, namun kekurangan tadi akan ditutup dengan pahala di sisi Allah dan akan terus ditambah dengan kelipatan yang amat banyak.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah menerangkan hadits di atas dengan mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah mengucapkan sesuatu berdasarkan hawa nafsunya semata. Beliau bersabda, “Sedekah tidaklah mungkin mengurangi harta”. Kalau dilihat dari sisi jumlah, harta tersebut mungkin saja berkurang. Namun kalau kita lihat dari hakekat dan keberkahannya justru malah bertambah. Boleh jadi kita bersedekah dengan 10 ribu, lalu Allah beri ganti dengan 100 ribu.

Di akhir taushiahnya, beliau mengajak para jamaah bermuhasabah dan berdoa. Jamaah yang hadir pun larut dalam munajatnya yang diiringi isak tangis.

Teks Abu Faqih | foto Abu Qudsy