Semenit Saja Jun13

Tags

Related Posts

Share This

Semenit Saja

menyesal

Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!

Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit namun betapa singkatnya kalau kita melihat film.

Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip atau mengikuti seminar tanpa harus berpikir panjang.

Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa.

Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar al-Qur’an tapi betapa mudahnya membaca puluhan halaman koran, cerita fiksi tanpa merasa mengantuk.

Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser namun lebih senang berada di shaft paling belakang ketika berada di Masjid.

Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.

Betapa senang dan gesitnya membuat proposal pencarian dana untuk duniawi , tapi betapa malasnya jika proposal tersebut berhubungan dengan akhirat.

Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu; namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan.

Betapa Sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam al qur’an; namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain. Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci al-Quran.

Betapa senangnya jika ada undangan seminar dan workshop buat pengembangan pribadi tapi betapa malasnya jika ada undangan untuk membicarkan masalah agama.

Betapa takutnya kita apabila dipanggil boss dan cepat-cepat menghadapnya namun betapa kita lemas dan mengulur – ulur waktu ketika kumandang azan menggema.

Kontributor: Ahmad Lizar Merapi (dari coretan pena cinta)