Bulan Tadabbur Al-Qur’an Jun14

Tags

Related Posts

Share This

Bulan Tadabbur Al-Qur’an

bulan tadabburAQL Islamic Center – Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, (QS. al-Mâ`idah [5]: 118).

Doa Rasulullah sebagai pemimpin ini sebenarnya doa Nabi Isa untuk kaumnya. Doa ini kemudian diulangi oleh Rasulullah di dalam ruku’ dan sujudnya. Hanya itu yang ia baca. Itulah yang disebut dengan tadabbur Al-Qur’an. Yaitu sebuah pendekatan berinteraksi dengan Al-Qur’an lewat ketajaman mata hati, serta merenungi maknanya berulang-ulang secara mendalam, sampai menemukan rahasia di balik makna ayat-ayat Tuhan. Keuntungan orang yang sudah bertadabbur ketika telah berinteraksi adalah, dia akan merasakan bahwa Al-Qur’an ini sungguh-sungguh berasal dari Tuhannya dan tidak akan menemukan kontradiksi antara Al-Qur’an dengan hatinya, antara Al-Qur’an dengan kenyataan, antara satu surah dengan surah yang lain, antara satu ayat dengan ayat yang lain.“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an? Kalau kiranya Al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya, (QS. an-Nisâ` [4]: 82).

Tapi sayang, sering kali salah diinteraksi oleh orang Islam. Seperti di negeri kita ini. Hanya 15 persen umat Islam yang mempunyai Al-Qur’an. Padahal mereka mampu membeli mobil, motor, televisi, tapi seakan mereka tidak butuh kepada Al-Qur’an dan terjemahannya. Sepanjang penelitian, di majlis-majlis ta’lim, kampus-kampus, di masjid-masjid. Rata-rata hanya dua persen umat Islam Indonesia yang pernah khatam Al-Qu’an dengan terjemahannya, karena mereka sadar tidak faham Al-Qur’an yang berbahasa arab sehingga tertarik untuk membaca bahasa Indonesianya. Sungguh menyedihkan.

Bahkan ada umat islam, dari Ramadhan tahun lalu sampai Ramadhan tahun ini, tidak satu kali pun ia mengkhatamkan Al-Qur’an, atau bahkan mungkin tidak pernah memberikan waktu khusus untuk Al-Qur’an, tidak pernah menyentuh Al-Qur’an. Orang seperti ini sudah sekarat bahkan mungkin sudah mati hatinya. Jangan khawatir. Tadabburi Al-Qur’an. Ambil kitab-kitab tafsir. Dalami dan lihat kenyataan alam ini. Akan terbuka mata hati. Sekarang, ambillah Al-Qur’an dan bacalah tafsir. Maka hati yang selama ini terkunci, tidak pernah mengkhatamkan Al-Qur’an, tiba-tiba akan terbuka.“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad 24). Tadabbur Al-Qur’an akan membuka pintu-pintu hati yang terkunci. Abu Faqih