Tags

Related Posts

Share This

Tiga Hak Anak

ibu-dan-anak1

AQL Islamic Center – Menjadikan seorang anak shaleh/shalehah tidak terjadi dengan sendirinya, ada ilmu yang harus digali dari al-Qur’anul Kareem. Hal ini harus dipenuhi oleh seorang laki-laki jika mereka ingin keturunannya baik, shaleh/shalehah, taat akan segala perintahNya. Dikemukakan Okki Setiana Dewi pada kesempatan tabligh akbar di Masjid Istiqlal beberapa waktu lalu bahwa ada tiga hal yang harus dipenuhi seorang ayah bagi anaknya.

Seorang laki-laki baligh yang belum menikah hendaknya menjaga dirinya. Ketika sudah siap untuk menikah maka pinanglah. Ada cara yang baik dalam melakukannya, tentunya bukan dengan cara pacaran tetapi ta’aruf dengan cara-cara yang sudah banyak dikisahkan. Untuk memulai hal yang baik, harus di awali dengan hal yang baik. Okki membuka ceramahnya.

3Singkat cerita, Okki memaparkan sebuah kisah tentang seorang ayah yang mengadu kepada Umar bin Khattab pada masa kekhalifahannya. Khalifah yang bijakpun memanggil anak dari bapak tersebut dan bertanya mengapa ia begitu kejam terhadap ayahnya, tetapi si anak malah bertanya: “Adakah seorang anak memiliki hak yang harus didapatkannya?” Khalifahpun menjawab: “Ya, diantaranya adalah memilihkan ibu yang baik, memberikan nama yang baik dan memberikan pendidikan yang baik baginya.” si anakpun menjawab, “Dia tidak memberikan satupun dari hak yang seharusnya aku dapatkan.”

Mengapa seorang ibu? Karena seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Dari seorang ibu anak akan belajar bicara, dari seorang ibu anak akan belajar membaca, dari seorang ibu anak akan belajar etika, dari seorang ibu anak akan belajar mengenai tata bahasa dengan cara menirukannya. Mengapa? Karena anak adalah seorang peniru yang ulung.

Sedangkan nama adalah sebuah do’a. Do’a tidak diawali ketika ia hendak masuk sekolah, tapi bahkan ketika proses pembuatannyapun harus disertai dengan do’a. Mengapa? Agar tidak ada campur tangan syaitan dalam pelaksanaannya. Begitu cerita Okki Setiana Dewi berapi-api. Okki bahkan sudah memanggil anaknya yang masih bayi dengan panggilan ustadzah, ustadzah Maryam sebagai bentuk do’a sekaligus pendidikan bagi anaknya.

Yang terakhir adalah pendidikan yang baik. Mengapa? Karena pendidikan adalah bekal bagi kelangsungan kehidupan anak, baik di dunia maupun akhirat. Tidak hanya ilmu dunia, terlebih ilmu yang akan membawa si anak kehadapan Rabbnya dengan membawa catatan amal kebaikan yang sebaik-baiknya, sehingga Jannatul Firdaus bagi si anak yang akan membawa kebahagiaan yang nyata bagi kedua orang tuanya. Wallahualam…