IMAN ADALAH POWER Jun26

Tags

Related Posts

Share This

IMAN ADALAH POWER

uyeAQL Islamic Center – Segala puji bagi Allah yang memerintahkan kita berada di jalan ketaatan dan ridha-Nya serta melarang kita berada di jalan maksiat dan thagut.

Malam ini kita berada di rumah-Nya dalam rangka melakukan ibadah, itu karena ada iman yang menjadi pusat kekuatan kita dalam berbuat amal shaleh dan menghindari kemaksiatan.

Dengan iman, orang pintar bisa menjadi tawadhu, dengan iman bisa membuat orang bodoh tahu diri. Karena itu, dalam banyak hadits dimulai dengan kalimat barang siapa yang beriman. Inilah di antara pentingnya iman.

Bilal bin Rabah mampu menahan batu besar di atas padang pasir yang panasnya menyengat, itu karena adanya iman dalam jiwa. Begitu pun Abu Bakar yang sangat lembut dan santun namun begitu keras dan tegas jika hukum-hukum Allah dilecehkan. Tidak ketinggalan Umar bin Khattab dengan semua sifat tegas dan keberaniannya, beliau rela memikul gandum di malam hari karena tersentuh ucapan seorang ibu dari anaknya yang kelaparan. Semua itu tergerakkan karena adanya iman dalam hati.

Bahkan kata ulama, kunci menangnya peperangan itu karena iman yang kuat, dan sebab kalahnya pasukan dalam peperangan itu karena lemahnya iman. “perbaharuilah iman kita”. Begitu pesan Rasulullah saw kepada umatnya.

Ketika iman itu telah terpatri dalam jiwa, maka pertolongan dan janji Allah akan terlaksana. Dalam Al-Qur’an Allah swt menyebutkan dua kali dalam firman-Nya bahwa janji-Nya pasti terwujud. Yang pertama, “sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi”. (Al-Mursalaat: 7). Yang kedua Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti datang, dan kamu sekali-kali tidak sanggup menolaknya”  (Al-An’am: 134).

Menurut Lukman Sardi dalam penilitiannya, ada 700 ribu orang murtad di Indonesia dalam setiap tahunnya. Terbanyak pertama adalah Minang, kedua, Betawi dan ketiga, Sunda.  Di antara faktornya adalah lelaki non muslim yang menikahi wanita muslimah. Ini karena lemahnya iman sehingga wanita harus meninggalkan agamanya demi cintanya kepada lelaki yang tidak sekeyakinan dengannya. Na’udzu billah.

Di antara indikator keimanan kita adalah, Kesempurnaan ibadah ramadhan, menolong orang lain dan menyelamatkan agama. (Intisari ceramah tarwih KH. Yeri). Abu Faqih