MENGHAFAL SEUMUR HIDUP Jun30

Tags

Related Posts

Share This

MENGHAFAL SEUMUR HIDUP

IMG_20150628_093258AQL Islamic Center – Berusaha Menghafal Al-Qur’an adalah sebuah kenikmatan yang luar biasa, walau pada akhirnya tidak hafal atau belum hafal. Namun usahanya itu akan mendatangkan pahala dan kepuasan hati yang tak terbayangkan.

Demikian diungkapkan oleh ustadz Deden M. Makhyaruddin, juara 1 lomba tahfizh dan tafsir tingkat internasional di Maroko, dalam taushiahnya pada acara ‘Workshop Tahsin Al-Qur’an’ Ahad 28/06/15. “huruf yang berulang-ulang dilafalkan akan menjadi penggugur dosa-dosa, terutama dosa ketidak bersyukuran kita atas nikmat Allah berupa Al-Qur’an yang sering kita lalaikan. Itulah makanya dalam hadits disebutkan, barang siapa yang membaca satu huruf, bukan satu ayat, sebab setiap huruf dalam Al-Qur’an memiliki makna dan nilai” tambah ustadz yang mencetuskan program Bengkel Tahfizh Indonesia ini.

Semua kita pasti pernah berbuat dosa, dan jenis dosa yang paling sulit untuk kita hindari adalah dosa hati. Sebab dosa lahiriyah lebih gampang untuk kita kendalikan terutama jika berada di lingkungan majlis ilmu. Namun dosa hati, orang yang sedang membaca Al-Qur’an sekalipun, hatinya masih bisa berdosa, lagi shalat dan berada di rumah Allah hati masih bisa berbuat dosa. Sungguh hanya hamba-hamba pilihan Allah saja yang mampu menjaga hatinya agar tidak berdosa.

Al-Qur’an adalah rahmat terbesar Allah swt di muka bumi ini, Al-Qur’an lebih kita butuhkan dari makanan, minuman, bahkan oksigen sekalipun. Sebab Al-Qur’an lebih berharga dari nyawa. Al-Qur’an adalah ruh dan cahaya yang dapat menghidupkan dan menuntun jiwa seseorang kepada cahaya hidayah. Karnanya, hidup tanpa Al-Qur’an tidak akan nikmat dan jauh dari Al-Qur’an akan menyebabkan kerasnya hati.

Orang yang hidupnya setia bersama Al-Qur’an, maka ia tidak akan kesepian, terutama dalam kesendirian kelak di alam kubur, ia akan dihibur oleh ayat-ayat yang semasa hidupnya senantiasa dihafalnya.

Dengan nikmatnya menghafal Al-Qur’an inilah yang akan menjadikan shalat lebih khusyu dan shalat khusyu akan mampu membuat seseorang berlama-lama. Akan tetapi shalat yang lama belum tentu menjadikan khusyu, justru bisa jadi malah sebaliknya.

Ada hal penting yang harus diperhatikan, hafalan itu dilihat di akhir hayat dan saat dibangkitkan dari kubur, sebab hafalan yang dimiliki saat ini masih bersifat sementara. “parahnya lagi, ada orang yang dicabut hafalannya sebelum nyawanya dicabut. Sungguh ini adalah musibah” tutur ustadz Deden yang membuat hati pendengarnya terasa merinding.

Di akhir taushiahnya, beliau memberikan pilihan kepada peserta yang berjumlah sekitar 30 orang, “Khatam bacaan Al-Qur’an 30 juz selama bula ramadhan dan menghafal satu ayat yang jika dijumlahkan huruf yang diulang-ulangnya akan sama banyaknya begitu juga dengan pahalanya. Kira-kira pilih yang mana?”

Beliau kemudian menjawab, “kalau saya pribadi lebih memilih menghafal yang satu ayat, sebab selepas ramadhan, masih akan berbekas apa yang saya hafal, sementara yang membacanya tidak berbekas sama sekali” semoga Allah menggolongkan kita menjadi hamba-hamba-Nya yang ahli Al-Qur’an. Amiin. Abu Faqih