KUNJUNGAN MAHASISWA GAZA Jul01

Tags

Related Posts

Share This

KUNJUNGAN MAHASISWA GAZA

 

IMG-20150630-WA0011AQL Islamic Center – Ar-Rahman Quranic College Megamendung Bogor mendapat kunjungan dari alumni perdananya, Muhammad Husain bin Aji Muslim yang sedang menempuh pendidikannya di Islamic University of Gaza, Palestina.

Semenjak keberangkatannya ke Negeri para nabi awal 2011 lalu, baru kali ini berkenan pulang menghirup udara negeri tanah kelahirannya. Ada hal yang menarik dengan kehadirannya di Indonesia, ia berhasil mewujudkan salah satu impiannya, mempersunting gadis Gaza dan memboyongnya kesini.

Jinan, demikian nama istrinya yang setia mendampingi hingga ke tanah air, bahkan rencananya akan melahirkan anak pertamanya di bumi pertiwi ini.

Satu pekan setelah menginjakkan kaki di Indonesia, beliau mengunjungi pesantren tempat ia menimba ilmu sebelum berangkat ke Gaza. “Ada kerinduan yang membuncah terhadap pesantren yang telah banyak mengukir kenangan dalam hidup saya ini. Saya pun sangat bersyukur bisa mengenyam pendidikan di pesantren ini, bahkan menjadi Mahasantri perdananya. Ada banyak hal yang saya peroleh di sini, terutama ilmu komunikasi Bahasa Arab, Faraidh dengan syajaratul miratsnya, pengalaman, guru-guru yang keikhlasan dan semangat juangnya tidak diragukan lagi serta sahabat-sahabat yang luar biasa persaudaraannya” tutur Husain mengungkapkan rasa syukurnya di hadapan para santri dan guru-guru di masjid Baitullah AQC Megamendung, 29/06/15.

IMG-20150629-WA0015

“Kalian harus memanfaatkan waktu dan kesempatan yang telah dianugrahkan kepada kalian untuk belajar di pesantren ini. Silahkan gali ilmu sebanyak-banyaknya, sebab apa yang kalian dapatkan di sini akan sangat bermanfaat di luar, terutama hafalan Al-Qur’an dan Bahasa Arab” Pesan anak ke sebelas dari 16 bersaudara ini kepada santri-santri.

Selain itu, ustadz Muhammad Rusydi. Lc sebagai direktur AQC menyampaikan ucapan selamat datang kepada Muhammad Husain beserta keluarga. Beliau berharap, kunjungannya ke pesantren dapat memotivasi santri-santri dalam menghafal dan belajar. “Husain ini, tidak serta-merta bisa langsung berada di Gaza, melainkan beliau harus menempuh proses terlebih dahulu. Di antara proses itu adalah dengan menanamkan visi-misi perencanaan hidup, belajar yang sungguh-sungguh serta menempuh hal-hal yang dapat mewujudkan impiannya” Jelas ustadz yang sedang menempuh pendidikan S2-nya di UIKA ini dihadapan santri.

“Husain juga, sudah punya jiwa-jiwa jihadis saat berada di sini. Beliau sangat semangat menyetel video-video yang berkaitan dengan palestina. Bahkan pernah suatu saat beliau menyampaikan langsung keinginannya berjihad di Palestina ke ustadz Bachtiar sebagai pimpinan pusat karena tidak tega melihat saudara-saudaranya dibantai siang malam di sana” tambahnya lagi.

IMG-20150629-WA0011

Sementara sang ayah yang turut mengantar, juga dimintai komentarnya oleh ustadz Rusydi tentang keberangkatan anaknya. “Apapun yang terjadi semua atas kehendak Allah. Sehebat apapun rencana manusia, Allah yang Maha Menentukan. Sekitar bulan Desember 2010 silam, ada seorang ustadz yang datang ke saya dan berkata, ‘pak, antum-kan punya banyak anak, bagaimana kalau satu orang diutus ke Gaza? Saya tunggu jawabannya sampi isya’. Waktu itu, Husain lagi mengajar anak-anak di masjid, saya pun langsung menawarkan hal ini kepadanya, ternyata ia menyambut baik tawaran ini. Setelah tiga pekan mengurus passport dan keberangkatan, ia pun terbang ke Gaza” papar ayah Husain dengan mata berkaca-kaca.

Di akhir acara, Husain memohon kepada semua penghafal Al-Qur’an, untuk mendoakan saudara-saudara di Palestina yang setiap saat berada dalam suasana perang dan kesulitan hidup yang mendera. “Apalagi di bulan ramadhan ini, saya yakin doa-doa antum sangat maqbul”. Tutupnya. Abu Faqih