Melacak Lailatul Qadar Jul03

Tags

Related Posts

Share This

Melacak Lailatul Qadar

 

doa-malam-lailatul-qadar

AQL Islamic Center – Dalam Khutbah Tarawih Malam ke-14 Ramadhan, Kamis (2/7) kemarin, Ust. Bachtiar Nasir (UBN) mengajak jama’ah tarawih AQLIC untuk menjadi jama’ah yang istimewa dengan melacak Lailatul Qadr.

Menurit UBN, orang istimewa tentunya tidak bersikap nothing to loose atas malam yang penuh berkah ini, karena Allah sendirilah yang mengatakan bahwa malam Lailatul Qadr adalah malam yang mulia seperti yang tercatat dalam Surat al-Qadr. “Jika Allah saja menyebutkan dalam surat tersebut bahwa malam Lailatul Qadr malam yang mulia, masa kita menganggapnya biasa-biasa saja!” ungkap UBN yang juga akrab disapa Abi Bachtiar dalam Program Hafizh Qur’an Trans7 yang sedang tayang.

UBN melanjutkan ceramahnya dengan membacakan dua buah hadits pendukung malam istimewa ini, “Saya tidak ingin menerjemahkan hadits ini dengan improvisasi secara rasional karena Lailatul Qadr adalah perkara yang ghaibiyyah,” katanya.

Dalam sebuah hadits dari Aisyah yang dibacakan, ia menjelaskan secara bahasa bahwa kata “taharrou” yang terdapat dalam hadits, adalah bermakna “utlubu wal tamisu” atau carilah dan berusahalah untuk melacaknya. Sedangkan pada riwayat lain mengatakan “utlubu iinaha,” kata tersebut menjadi “ta’ayyanu” yakni perhatikan dengan peka saat-saat Lailatul Qadr itu.

Ada banyak keistimewaan lainnya tentang Lailatul Qadr yang digambarkan pada surat Al-Qadr, di antaranya adalah turunnya Jibril sebagai penghulu malaikat ke bumi. Malaikat-malaikat ini akan kembali ke langit pada pagi hari dengan meninggalkan keistimewaan Lailatul Qadr lainnya, yakni matahari yang berwarna keputihan.

Kenapa? Karena cahaya yang ditimbulkan oleh malaikat-malaikat yang hendak naik kembali akan menjadi perantara antara penglihatan kita yang tertuju pada matahari.

Yang paling istimewa pada peristiwa ini berdasarkan surat Al Qadr lagi adalah bahwa atas izin Allah para malaikat turun ke bumi dengan segala urusan yang Allah perintahkan. Maka keselamatanlah yang akan penduduk bumi temukan. Cuaca bahkan mendukung adanya malam Lailatul Qadr dengan segala kesejukannya.

Pada awal surat, Allah sendiri yang mengatakan bahwa malam ini begitu istimewa, dengan di akhiri bahwa Allah sendiri yang mengizinkan peristiwa ini untuk terjadi. Lalu, bagaimana dengan manusia? Akankah kita hanya menganggapnya biasa-biasa saja?! Padahal Allah sudah menegaskan dengan sangat jelas dan nyata melalui kalamnya, Al-Qur’an Kariim. Wallahualambish shawaf…