HafizhQu #20: Kesederhanaan Hidup Jul07

Tags

Related Posts

Share This

HafizhQu #20: Kesederhanaan Hidup

hq1

AQL Islamic Center – Kesederhanaan dalam hidup kadang diasumsikan pahit oleh sebagian orang. Padahal, kesederhanaan juga merupakan anugerah yang patut untuk disyukuri oleh setiap insan karena ada kasih sayang Allah yang tidak dapat kita lihat dengan kasat mata.

Hal ini seperti diungkapkan oleh juri HafizhQu ustadz Yusuf Mansur pada pertemuan ke 20 hari ini bahwa ketika ia baru memiliki rumah dengan alas tanah, ada banyak hal yang tidak dapat diungkapkan indahnya dibandingkan dengan kondisi sekarang ketika keramik sudah memenuhi setiap sudut rumahnya.

Hal ini dialami oleh Fikri, salah satu peserta HafizhQu. Ibunya bekerja sebagai penjahit dan ayahnya adalah seorang buruh bangunan yang tidak memiliki keahlian tertentu, betul-betul buruh yang hanya menerima upah dari peluh yang telah dikeluarkannya. Tapi pada malam harinya, ia dedikasikan waktunya untuk mengajari anak-anak disekeliling rumahnya untuk belajar al-Qur’an.

Fikri yang saat itu mendapat kesempatan untuk berbicara live melalui telefon dengan ibunya menangis ketika ditanya abi apakah ia merindukan ibundanya. Ia lalu berkata bahwa ia sangat merindukannya sambil meneteskan air mata.

Fikri mendapat pujian dari Okky tentang perilakunya. Ia mengatakan pada ayah Fikri bahwa mereka patut bersyukur bahwa dengan segala kesederhanaan yang mereka punya, ada Fikri yang begitu santun diantara mereka. Ya, selain itu, Ali sang MC juga sering mencandai Fikri dengan calon syaikh dikemudian hari dikarenakan caranya berucap dan melantunkan ayat-ayat suci al-Qur’an. Selain itu kata abi, Fikri juga gentle dan cerdas. Ketika dibacakan soal, ia langsung tahu apa yang harus dilakukan dengan mengatakan pass tanpa menyalahkan dirinya sendiri.

Begitulah anak-anak pecinta al-Qur’an, tidak akan goyah dengan keadaan. Ia akan tetap menjadi mutiara walau harus tenggelam dalam lumpur yang dalam. Allahumarhamna bil Qur’an… Allahumarhamna bil Qur’an…