Meraih Kedaulatan lewat Alquran Jul08

Tags

Related Posts

Share This

Meraih Kedaulatan lewat Alquran

Qur'an

JAKARTA – Bangsa Indonesia hingga hari ini terus dihantui keterpurukan ekonomi akibat anjloknya nilai rupiah. Seharusnya hal ini tidak menjadi persoalan jika para pemimpin tahu resepnya. Jika para pemimpin bangsa ini berkayakinan bahwa hanya kepada Allah bersandar untuk menyampaikan keinginan, maka kedaulatan RI dari segala sisi akan menjadi milik bangsa ini semuanya.

Pesan itu disampaikan Pimpinan Arrahman Quranic Learning (AQL) Islamic Center Ust Bachtiar Nasir acara Syiar Nuzulul Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (3/7) malam. Menurut dia, Masjid Istiqlal pun tercatat dalam sejarah bagaimana kemerdekaan diraih pada bulan Ramadan. “Disini adalah simbol kemenangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Bulan Ramadan ini, mengingatkan kita terhadap sejarah dimana Bangsa Indonesia merdeka. Disinilah peradaban dan kedaulatan bangsa dimulai dan diraih,” kata Ust Bachtiar.

Dia pun mengingatkan kepada para pejabat negara agar tetap berdaulat dalam pikiran, sehingga bangsa Indonesia dan Tanah Air berdaulat secara teritorial, pemerintahan, ekonomi, militer, sosial, dan segala aspek kehidupan. Bagaimana caranya? Yaitu dengan mengimplementasikan Alquran dalam kehidupan ini. Menurutnya, Indonesia ada karena para pendiri bangsa ini berkeyakinan bahwa semua itu diraih atas berkat dan rahmat Allah sebagaimana dalam pembukaan UUD.

“Qul Huwallahu Ahad. Katakan, kedaulatan bangsa berdiri bukan karena turunnya dolar sebagai indikator utama perekomomian bangsa ini, bukan pula karena bantuan negara-negara lain,” katanya.

Bertepatan dengan Nuzulul Quran pada bulan Ramadan, menjadi peringatan kepada umat Islam di tengah kegalauan nasional saat ini. Sebagaimana dalam sejarah, turunnya Alquran memang sudah mendesak diturunkan saat itu agar menjadi resep peradaban manusia. “Ada yang menarik, kenapa yang turun pertama kali saat itu bulan ayat politik? Bukan ayat ekonomi? Yang turun adalah iqro (Bacalah) yaitu ilmu. Disinilah implementasi ayat-ayat Alquran dalam sisi kehidupan manusia,” katanya.

Dari turunnya ayat pertama itu, ada dua ilmu yang harus dipelajari bagi umat Islam di Tanah Air. Indonesia akan sampai pada peradaban jika dua ilmu ini dimplementasikan. Iqra yaitu bacalah dengan Nama Tuhan yang menciptakanmu.

Dia menguraikan, ada dua pertanyaan yang harus dijawab untuk mewujudkan peradaban. Jika keduanya tidak terjawab, maka kacau balaulah kehidupan di dunia ini. Pertama, manusia tidak pernah tahu kenapa ia dilahirkan dan tiba-tiba saja lahir ke dunia? Kedua, manusia tidak tahu kenapa harus mati?

Dua pertanyaan inilah yang melahirkan berbagai macam ilmu mulai dari filsafat hingga berbagai ilmu tentang peradaban manusia. Dia pun mencontohkan dengan munculnya peresmian perkawinan sesama jenis. “Beginilah kalau tidak tau kenapa ia lahir dan itulah yang membuat dunia ini kacau balau. Kematian dan kelahiran yang tidak pernah kita tahu, semua itu dilakukan agar kita diuji, siapa yang paling baik amalannya, siapa yang paling benar mencontoh Rasulullah. Dari Quranlah kita mengerti. Dalam Quran diajarkan tentang sesuatu yang tidak diketahui menjadi kita tahu semuanya. Kenapa ada lahir dan mati? Semuanya telah diajarkan dalam Alquran,” katanya menguraikan.

Dia menegaskan, semua pemimpin pasti akan menginginkan rakyatnya bahagia dan sejahtera. Namun sayangnya yang selalu dijadikan tolok ukur kebahagiaan dan keberhasilan manusia untuk faktor kesejahteraan sangat parsial. Indikatornya hanyalah materi belaka. Padahal yang bisa membahagiakan manusia di bumi ini adalah Alquran. Dalam Alquran Surah An Nahl Ayat 97, “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Jadi orang yang mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun perempuan, harus dalam keadaan beriman. Dengan demikian, mereka akan diberikan kehidupan toyyibah yakni adalah rezeki yang halal.

Quran Surat Al-A’raf ayat 96 menyebutkan, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

Kalau penduduk negeri ini yang dimulai dari pemimpin mau beriman dan bertaqwa, maka Allah membukakan keberkahan di muka bumi ini. “Jadi nggak usah kita pusing dengan dolar yang naik- turun. Karena kedaulatan di negeri ini terjadi kalau penduduknya beriman dan bertaqwa. Sebaliknya, jika membangun negara dengan utang maka sama saja dengan membangun kebohongan. Kalau kita mendustakan agama, maka yakin negara kita tidak akan berdaulat,” katanya.

Terakhir, membagun peradaban dan kebaikan bangsa ada di tangan empat orang hebat. Pertama adalah ilmu orang bijak, keadilan penguasa, doa orang saleh, dan keberanian ksatria. Jika dikontekstualkan dengan kondisi sekarang, empat golongan itu adalah ilmuan, politisi, ulama, dan militer. *AQL Islamic Center